Liputan6.com, Jakarta - Perolehan kursi PPP di DPRD Provinsi Banten merosot dari delapan menjadi empat kursi. Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono kini membidik posisi Wakil Pimpinan DPRD Banten untuk kembali diraih pada Pemilu 2029.
Target itu disampaikan Mardiono saat mengukuhkan kepengurusan DPW PPP Banten dan DPC PPP kabupaten/kota se-Banten di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Senin, 21 September 2026.
Advertisement
Mardiono mengakui kemunduran perolehan kursi tersebut menjadi bahan evaluasi PPP Banten. Dia meminta kekuatan suara partai dibangun lebih merata dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi.
“Ini menjadi target bagaimana kita mendapatkan suara yang merata. Karena tingkat nasional sudah tergambar, suara daerah kabupaten/kota, provinsi, pusat tidak berbanding lurus. Ini kelemahan dan akan kita evaluasi untuk Pemilu 2029,” kata Mardiono.
Dia mengingatkan PPP pernah meraih delapan kursi di DPRD Banten dan menempatkan kader sebagai wakil pimpinan DPRD.
“Jadi pada saat saya memimpin wilayah Banten menghasilkan delapan kursi dan PPP dapat wakil pimpinan. Insyaallah di bawah kepemimpinan Bu Eneng yang merupakan kader yang lahir dari bawah dan kader original dapat berjuang di Pemilu 2029. InsyaAllah kita mendapatkan kembali wakil pimpinan di DPRD Provinsi Banten,” ujarnya.
Untuk mengejar target tersebut, Mardiono meminta struktur partai diperkuat hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. DPP menargetkan konsolidasi struktur PPP di Banten rampung akhir 2026 atau awal 2027.
“Target yang diinstruksikan atau dicanangkan oleh DPP adalah sampai akhir tahun 2026 atau awal 2027 sudah selesai sampai ke tingkat kecamatan dan kelurahan,” katanya.
Konsolidasi itu menjadi bagian dari upaya PPP mengembalikan perolehan kursi di DPRD Banten pada Pemilu 2029.