3.545 Personel TNI Dikerahkan Bantu Penanganan Bencana

Operasi penyelamatan, pemadaman, serta distribusi bantuan terus berjalan 24 jam bagi masyarakat.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 09 September 2026, 06:41 WIB
Sekjen Kemenhan Letjen TNI Tri Budi Utomo dalam konferensi pers bersama BNPB dan TNI secara daring, Selasa 8 September 2026. (Foto: Tangkapan layar Youtube BNPB).

Liputan6.com, Jakarta - Sekjen Kemenhan Letjen TNI Tri Budi Utomo memastikan, Kementerian Pertahanan akan mengerahkan seluruh kemampuan dan sumber daya untuk membantu penanganan bencana serta masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dia menegaskan, dengan bersinergi bersama BNPB, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga terkait serta seluruh unsur penanggulangan bencana.

"Ini merupakan bentuk kehadiran negara untuk memastikan masyarakat mendapatkan bantuan, perlindungan dan dukungan secara cepat dan tepat di tengah situasi bencana," ucap Tri Budi dalam konferensi pers bersama BNPB dan TNI secara daring, Selasa 8 September 2026.

 

Dia juga memastikan untuk memberikan informasi terkini dari satu pintu guna memastikan masyarakat mendapatkan data yang valid dan terhindar dari misinformasi.

"Dapat kami pastikan operasi penyelamatan, pemadaman dan distribusi bantuan terus berjalan tanpa henti selama 24 jam terakhir," terang Tri Budi.

Menurut Tri Budi, untuk mendukung operasi kemanusiaan musibah erupsi vulkanik gunung di beberapa daerah, gempa bumi di NTT, serta kebakaran hutan dan lahan, pihaknya mengerahkan ribuan personel.

"TNI telah mengerahkan 3.545 personel dari TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, beserta berbagai alutsista dan sarana pendukung. Total alutsista dan sarana pendukung (alpalhankam) TNI yang telah beroperasi dalam rangka penanggulangan tersebut sekitar 627 unit," papar dia.

Sementara itu, lanjut Tri Budi, bantuan sosial yang telah terkirim dari Kementerian Pertahanan yaitu 85.165 ton, Mabes TNI 20.068 ton, Kogabwilhan II 3.398 ton, TNI Angkatan Darat 70.286 ton, TNI Angkatan Laut 297.257 ton, dan TNI Angkatan Udara 57.133 ton.

"Terkait situasi kebencanaan erupsi vulkanologi khususnya Gunung Anak Krakatau di wilayah Sumatera Utara, telah disiagakan sebanyak 1.279 personel, yang terdiri atas 1.012 personel di jajaran Kodam I Bukit Barisan, 160 personel Polri, serta 107 personel dari instansi lainnya," kata dia.

 

Siapkan Kekuatan Cadangan

Selain itu, lanjut Tri Budi, juga disiapkan kekuatan cadangan sebanyak 1.050 personel yang berasal dari tiga kesatuan setingkat kompi.

"Untuk mendukung kesiapan personel tersebut telah disiapkan berbagai material pendukung, antara lain 31 unit truk, 8 unit ambulans, 1 unit mobil komando, 11 unit kendaraan pemadam kebakaran, serta 10 unit sarana pendukung lainnya," terang dia.

Selain itu, lanjut Tri Budi, tersedia pula berbagai perlengkapan dan alat kelengkapan meliputi tenda, set dapur lapangan dan SPPG, set alat kesehatan, genset perangkat Starlink, set repeater, serta 3 unit drone.

"Secara keseluruhan, kekuatan personel dan material yang telah disiapkan tersebut merupakan bagian dari langkah kesiapsiagaan untuk mendukung penanganan bencana secara cepat, terpadu, dan terkoordinasi," jelas dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya