880 Orang Jadi Korban Kebakaran Gambir

Sebanyak 114 rumah hangus, dan penyebab insiden ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 01 September 2026, 12:42 WIB
Warga terdampak kebakaran permukiman di di Jalan Batu Ceper 9, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, tengah mengungsi. (Foto: Istimewa).

 

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat mengatakan, RT 04/RW 01 menjadi wilayah terdampak paling parah dalam kebakaran permukiman di di Jalan Batu Ceper 9, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat,  Senin 31 Agustus 2026.

“Untuk Jumlah Pengungsian masih dalam pendataan oleh pihak Kelurahan Kebon Kelapa,” kata dia dalam keterangannya, Selasa (1/9/2026).

Warga terdampak kebakaran untuk sementara mengungsi di tiga lokasi, yakni Pos RW 05, lapangan parkir, dan lapangan bulutangkis.

Selain RT 04, kebakaran juga berdampak pada tiga RT lainnya. Di RT 05 tercatat 40 rumah, 80 KK, dan 240 jiwa terdampak.

Sementara itu, di RT 09 terdapat 20 rumah, 60 KK, dan 150 jiwa terdampak. Adapun RT 07 menjadi wilayah dengan dampak paling sedikit, yakni empat rumah, tujuh KK, dan 40 jiwa.

“Secara keseluruhan, kebakaran tersebut berdampak pada 114 rumah, 310 KK, dan 880 jiwa di empat RT di RW 01,” ungkap Marulitua.

 

 

Penyebab Kebakaran Belum Bisa Dipastikan

Sebelumnya, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta masih menyelidiki penyebab kebakaran yang melanda permukiman padat di Jalan Batu Ceper 8, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat pada Senin 31 Agustus 2026.

Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara mengatakan, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung.

“(Penyebab kebakaran) masih dalam penyelidikan,” kata Bayu saat dikonfirmasi, Selasa (1/9/2026).

Bayu juga menyebut pendataan rumah yang terdampak masih dilakukan bersama jajaran wilayah. Sementara itu, hingga saat ini tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.

“Korban Alhamdulillah tidak ada. Bersama jajaran wilayah sedang didata kembali (rumah terdampak),” ujar Bayu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya