Liputan6.com, Jakarta - Jembatan gantung yang berusia 46 tahun di Pekon Bumi Arum, Kecamatan Pringsewu, Lampung, mengalami kerusakan di beberapa bagian, menimbulkan kekhawatiran bagi warga yang setiap hari melintas.
Jembatan sepanjang sekitar 55 meter ini merupakan akses vital yang menghubungkan Kecamatan Pringsewu dan Sukoharjo, dengan lebih dari 250 kendaraan roda dua melintasinya setiap hari.
Advertisement
Kerusakan pada jembatan ini menarik perhatian Kapolres Pringsewu, AKBP Dadi Perdana Putra, yang turun langsung ke lokasi untuk memeriksa kondisi fisik jembatan dan mendengarkan keluhan warga.
Jembatan gantung tersebut terakhir kali direnovasi pada tahun 2024, namun saat ini sejumlah bagian, termasuk lantai jembatan, telah mengalami kerusakan yang cukup serius.
Bagi masyarakat, jembatan ini bukan hanya sekadar jalur penghubung, tetapi juga menghemat jarak sekitar 16 kilometer dan waktu tempuh sekitar 30 menit. Jika harus melewati jalur utama melalui Jembatan Way Sekampung, perjalanan akan menjadi lebih jauh dan memutar.
Jembatan ini digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari berangkat kerja, sekolah, hingga mengangkut hasil pertanian. Namun, saat ini akses tersebut hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua.
Pentingnya Keberadaan Jembatan
Kapolres Pringsewu, AKBP Dadi Perdana Putra, menyatakan bahwa pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi jembatan dan melihat aspek keselamatan bagi masyarakat.
"Informasi dari masyarakat tentu menjadi perhatian kami. Karena itu kami datang langsung untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan. Jembatan ini cukup vital bagi masyarakat, sehingga aspek keselamatan harus menjadi perhatian," ujarnya pada Rabu (26/8/2026).
Menurut Dadi, kondisi jembatan perlu segera mendapat perhatian dan penanganan agar masyarakat yang bergantung pada akses tersebut tetap dapat menjalankan aktivitas dengan aman.
Pengecekan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong perbaikan atau renovasi jembatan agar lebih kuat dan layak digunakan.
Harapan Warga untuk Perbaikan
Warga setempat berharap kerusakan jembatan segera ditindaklanjuti. Marsono, seorang pedagang tempe asal Pekon Bumi Arum, mengungkapkan bahwa kondisi jembatan membuat pengguna harus lebih berhati-hati.
"Jembatan ini sangat membantu kami karena kalau lewat sini jaraknya lebih dekat. Memang sekarang kondisinya sudah mulai rusak, jadi kami berharap segera diperbaiki atau kalau memungkinkan dibangun kembali agar lebih kuat dan aman," ujarnya.
Susilowari, warga Pekon Sinar Baru, juga menyampaikan kekhawatirannya. Ia menggunakan jembatan tersebut setiap hari untuk mengantar dan menjemput anaknya yang bersekolah di SMAN 1 Pringsewu. "Ya sebenarnya takut, apalagi sudah ada banyak lubang.
Tapi karena jalannya hanya lewat sini yang lebih dekat, ya terpaksa tetap lewat. Kalau memang jadi diperbaiki, alhamdulillah, kami tidak perlu lagi merasa khawatir melewati jalan seperti ini," tuturnya.
Warga kini berharap agar pengecekan yang dilakukan oleh pihak berwenang berlanjut pada langkah nyata. Mereka ingin jembatan yang selama puluhan tahun menjadi jalur penting bagi masyarakat dua kecamatan tersebut segera diperbaiki agar kembali aman dan nyaman dilintasi.