Usai dari Kalbar, Mendagri Dampingi Prabowo Bahas Kebakaran Hutan di Kalteng

Kunjungan tersebut dilakukan untuk membahas penguatan penanganan karhutla di Kalteng.

oleh Raynaldo Ghiffari LubabahDiterbitkan 22 Agustus 2026, 20:34 WIB
Mendagri Tito Karnavian Dampingi Presiden Prabowo Rapat Karhutla di Kalteng

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian kembali mendampingi Presiden Prabowo Subianto menuju Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), setelah meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk membahas penguatan penanganan karhutla di Kalteng. Setibanya di Palangka Raya, Prabowo langsung memimpin rapat bersama jajaran terkait di Posko Aju Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan Kalteng di kawasan Bandara Tjilik Riwut.

Mendagri Tito turut hadir dalam rapat tersebut bersama sejumlah unsur pemerintah pusat dan daerah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalteng Ahmad Toyib melaporkan, sejak 1 Januari hingga 22 Agustus 2026 tercatat 19.992 titik panas atau hotspot di wilayah Kalteng.

Pada periode yang sama, tercatat 1.639 kejadian karhutla dengan luas lahan yang telah ditangani mencapai 4.499,21 hektare.

“Data ini berdasarkan laporan harian dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah yang setiap hari kami himpun di Pusdalops Satgas Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah,” ujar Ahmad Toyib.

Sementara berdasarkan analisis satelit Kementerian Kehutanan, luas karhutla di Kalteng mencapai 7.634,46 hektare. Angka tersebut menempatkan Kalteng di posisi kesembilan secara nasional.

Sebanyak 13 kabupaten/kota di Kalteng juga telah menetapkan status siaga darurat bencana karhutla.

Libatkan 10.700 PersonelPenanganan karhutla di Kalteng melibatkan sekitar 10.700 personel dari berbagai unsur. Mereka terdiri atas BPBD, Dinas Kehutanan, pemadam kebakaran, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, hingga unsur masyarakat lainnya.

Dalam rapat tersebut, Prabowo menggali kebutuhan tambahan untuk memperkuat operasi pemadaman karhutla di lapangan.

Terkait dukungan helikopter water bombing, Ahmad Toyib melaporkan saat ini terdapat empat unit yang telah beroperasi. Namun, Kalteng masih membutuhkan tambahan armada.

“Mohon izin penambahan kalau bisa 2 sampai 3 unit lagi Bapak Presiden,” ujar Ahmad Toyib.

Prabowo juga menanyakan kebutuhan pompa air untuk mendukung pemadaman dari darat. Ahmad Toyib menyampaikan Kalteng membutuhkan tambahan sekitar 100 hingga 200 unit pompa.

Presiden kemudian menindaklanjuti kebutuhan tersebut, termasuk berkomunikasi melalui sambungan telepon di tengah rapat.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan dukungan personel dan peralatan dapat segera diperkuat sehingga pengendalian karhutla di Kalteng dapat berlangsung lebih cepat dan optimal.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya