Gempa NTT, Anggota DPR Dorong Pemerintah Prioritaskan Kelompok Rentan

Pendistribusian bantuan logistik jangan hanya fokus pada bahan pangan, tetapi juga pemenuhan kebutuhan spesifik bagi kelompok rentan seperti ibu hamil.

oleh Jonathan Pandapotan PurbaDiterbitkan 15 Agustus 2026, 16:00 WIB
Tim SAR mengevakuasi korban gempa Flores (Liputan6.com/Ola Keda)

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR, Muhamad Abdul Azis Sefudin, menyampaikan duka cita mendalam atas musibah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi.

Menanggapi situasi darurat yang telah menelan korban jiwa dan menyebabkan kerusakan infrastruktur yang luas, Azis mendesak pemerintah untuk segera mempercepat penanganan di lapangan.

"Kecepatan dibutuhkan dalam penanganan bencana. Waktu sangat berharga dalam operasi penyelamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar para korban yang kini berada di pengungsian harus segera terpenuhi," kata Azis.

Politisi muda PDI Perjuangan ini meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Sosial (Kemensos) menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana kali ini.

"BNPB dan Kemensos harus berada di barisan terdepan untuk memastikan evakuasi yang aman, kebutuhan logistik pengungsi terpenuhi, dan perlindungan bagi anak-anak serta lansia terjamin. Negara harus hadir secara total di tengah duka warga NTT," tegas Azis.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhamad Abdul Azis Sefudin (Istimewa)

Azis secara khusus menginstruksikan agar pendistribusian bantuan logistik tidak hanya fokus pada bahan pangan, tetapi juga pemenuhan kebutuhan spesifik bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, anak-anak, dan lansia.

"Kemensos harus segera memastikan dapur umum berdiri dan bantuan nutrisi untuk anak-anak tersedia. Jangan sampai warga yang sudah kehilangan tempat tinggal juga terabaikan kebutuhan kesehatannya," kata dia.

"Kita tidak boleh membiarkan warga berjuang sendiri. Saya minta BNPB dan seluruh elemen terkait melakukan pemantauan intensif dan terus memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat guna menghindari kepanikan," pungkasnya.

 

Prabowo Terima Laporan Gempa NTT, Ini yang Jadi Prioritas Pemerintah

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi telah melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait gempa bermagnitudo (M) 7 yang mengguncang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

Menurut dia, pemerintah meminta pihak di lapangan memprioritaskan evakuasi dan penyelamatan warga pascagempa.

Prasetyo mengatakan sejumlah bangunan dan kantor rusak akibat gempa. Dia meminta aparat di lapangan mengecek kemungkinan adanya korban yang masih terjebak di reruntuhan bangunan.

"Dilaporkan beberapa yang masih ada di reruntuhan dan beberapa bangunan-bangunan, termasuk ada pelabuhan di Maumere, itu ada reruntuhan-reruntuhan dan kemudian ada beberapa kantor-kantor juga yang runtuh. Kami minta untuk segera cek apakah ada korban di reruntuhan-reruntuhan tersebut," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Dia menekankan pemerintah saat ini fokus pada upaya penyelamatan korban dan warga terdampak gempa NTT, termasuk warga yang tidak memiliki tempat tinggal karena rumahnya runtuh akibat gempa.

"Yang paling penting adalah segera mitigasi penyelamatan. Kalau ada korban segera tertangani dan langsung dipikirkan untuk penanganan-penanganan apabila misalnya kalau warga masyarakat terdampak, rumahnya mungkin tidak dapat lagi ditempati," tuturnya.

Prasetyo sudah berkoordinasi dengan Menko PMK, Kepala Basarnas, Gubernur NTT, dan Kepala BMKG terkait penanganan bencana. Dia memastikan pemerintah pusat dan daerah serta TNI-Polri melakukan langkah tanggap darurat secara cepat dalam mengatasi dampak gempa pada awal kejadian.

"Kami juga tadi sudah diskusikan, mungkin tadi Bapak Gubernur sudah melapor, telah berkoordinasi dengan kepala daerah-kepala daerah dari kurang lebih 4–5 kabupaten yang terdampak," ujar Prasetyo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya