Liputan6.com, Jhttps://www.liputan6.com/dashboard/medias/media_picker?type=Image&nofilter=betul&singleSelect=1akarta - Gempa susulan masih terjadi di beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kekuatan gempa susulan bervariasi.
Dilansir akun resmi X Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada pukul 09.41, terjadi gempa susulan di wilayah Ruteng, Manggarai. Gempa tersebut berkekuatan magnitudo 3,9 pada kedalaman 27 km.
Advertisement
"Mag:3.9, 16-Aug-2026 09:41:57WIB. Lok:7.93LS. 120.70BT (80 km TimurLaut RUTENG-MANGGARAI-NTT), Kedlmn:27 Km," tulis BMKG, Minggu (16/8/2026).
Pada pukul 06.30 WIB, gempa susulan bahkan mencapai magnitudo 4,3 di Ruteng, Manggarai pada kedalaman 10 km.
Kemudian, gempa susulan juga terjadi Mbay, Nagekeo dengan kekuatan ketegori gempa minor yaitu bermagnitudo 2,9 yang terjadi pada pukul 10.39 WIB.
"Mag:2.9, 16-Aug-2026 10:39:35WIB Lok:8.23LS. 121.65BT (62 km TimurLaut MBAY-NAGEKEO-NTT). Kedlmn:3 Km," tulisnya.
Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit mengakui gempa susulan masih terjadi.
"Gempa tadi pagi jam 4 masih ada. Sekitar 4 MMI. Yang kecil masih," katanya.
Dia meminta masyarakat tetap waspada dan mengikuti informasi resmi pemerintah. Herybertus juga mengingatkan warga agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi di tengah situasi bencana.
"Yang paling penting waspada karena kita tahu kapan berhentinya. Percaya pada informasi resmi pemerintah. Jangan mudah sebarkan."
Data Korban Gempa
Gempa bumi magnitudo 7,7 yang berpusat di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu 15 Agustus 2026 menelan 47 korban meninggal dunia. Selain itu, lebih dari 5.000 jiwa mengungsi.
Menurut Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan data ini berdasarkan pemutakhiran per Minggu (16/8/2026) pukul 00.00 WIB.
"Konsentrasi pengungsi terbesar di NTT saat ini terpantau di Kabupaten Sikka dengan total 3.356 jiwa," kata Berton dalam keterangan tertulis, Minggu (16/8/2026).
Berton menyampaikan, pengungsi tersebar di GOR Samador sebanyak 1.356 jiwa dan mandiri 2.000 jiwa di 10 titik pengungsian. Sedangkan di Kabupaten Manggarai, jumlah pengungsi mencapai total 2.078 jiwa.
"Ratusan pengungsi lainnya juga dilaporkan bertahan di Nagekeo sebanyak 500 jiwa, dan dua wilayah di provinsi berbeda, yaitu Bima, hingga Kepulauan Selayar," ucap dia.
Berton menjelaskan, pemenuhan hak-hak dasar dan logistik di pengungsian kini menjadi salah satu prioritas penanganan darurat. Para penyintas, khususnya di Kabupaten Manggarai, membutuhkan bantuan mendesak berupa puluhan tenda darurat, 30 ton beras, obat-obatan, 1.000 selimut, 1.000 velbed, 1.000 lembar tikar, pasokan air bersih (tandon), hingga genset.
Dia berujar bahwa guncangan gempa yang telah diikuti oleh 341 kali aktivitas gempa susulan ini memicu dampak kehancuran yang signifikan. Korban meninggal dunia terbanyak berada di Kabupaten Manggarai 23 jiwa dan Manggarai Timur 17 jiwa.
"Sementara itu, korban jiwa lainnya tersebar di Kabupaten Sikka 4 jiwa, Manggarai Barat 1 jiwa, Ende 1 jiwa, dan Nagekeo 1 jiwa. Setidaknya 101 warga dilaporkan luka-luka dengan tingkat keparahan yang beragam," ungkap Berton.
Selain jatuhnya korban jiwa, gempa yang berpusat di laut ini mengakibatkan kerugian material yang melumpuhkan aktivitas warga. Data sementara di wilayah NTT mencatat 914 unit rumah mengalami rusak berat, 126 rusak sedang, dan 317 rusak ringan.
"Kerusakan parah juga menimpa puluhan fasilitas publik, di antaranya 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, serta 38 kantor pemerintah," katanya.