Gempa NTT, Masyarakat Diminta Jauhi Gedung yang Retak dan Hampir Ambruk

Kerusakan kerusakan juga terjadi di Pelabuhan Maumere dan hotel di Labuan Bajo.

oleh DelviraDiterbitkan 15 Agustus 2026, 08:55 WIB
Anggota Tim SAR gabungan mengevakuasi korban terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Maumere, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026. (Basarnas)

Liputan6.com, Jakarta - BMKG mengungkapkan, gempa bumi di Mbay, Nagekeo dan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakibatkan kerusakan berbagai bangunan di wilayah Maumere hingga Labuan Bajo. 

"Ada laporan kerusakan yang pertama kategori kerusakan sedang, ada beberapa tembok rumah roboh di wilayah Maumere, Manggarai Barat, Labuan Bajo, sekitar IV-V MMI," kata Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu, Teguh Rahayu di YouTube BMKG, Sabtu (15/8/2026).  

Teguh menyebut, kerusakan kerusakan juga terjadi di Pelabuhan Maumere dan hotel di Labuan Bajo.

“Kategori kerusakan sedang di Pelabuhan Maumere dan Hotel Jayakarta Bajo, dengan sekitaran VI-VII MMI, BMKG akan melakukan survei ke lokasi terdampak," kata dia.

Selain itu, BMKG mencatat sebanyak 37 kali gempa susulan usai gempa M 7 di Mbay, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan kekuatan gempa susulan paling tinggi M 6,2.

"Hingga pukul 07.07 hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 37 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo antara 3,6 sampai 6,2, dan dirasakan berjumlah 1 gempa," kata BMKG.

BMKG meminta masyarakat menghindari gedung yang retak akibat gempa.

"Menghindari bangunan yang retak yang diakibatkan oleh gempa bumi. Dan mewaspadai gempa bumi susulan yang masih terjadi,"katanya

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya