Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan sebanyak 100 bangunan Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia akan resmi beroperasi pada akhir Agustus 2026.
Menurut dia, ada gedung-gedung besar di 100 kabupaten/kota yang disulap dan di renovasi menjadi bangunan baru Sekolah Rakyat sehingga lebih layak dan memadai untuk tempat belajar dan tingfal para siswa.
Advertisement
"Jadi saya diajak Pak Menteri Sosial melihat sekolah rintisan, minggu depan kita lihat sekolah yang baru. Jadi mulai aktif itu akhir Agustus, setelah 17-an, di hampir ya 50 sampai 100 sekolah baru akan jadi di seluruh Indonesia," jelas Teddy saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 di Tangerang, Banten, Sabtu (8/8/2026).
Dia menyampaikan beberapa Sekolah Rakyat menggunakan gedung rintisan yang sebelumnya tak terpakai. Kemudian, pemerintah merenovasi dan memanfaatkan gedung tersebut untuk Sekolah Rakyat agar anak-anak jalanan yang tidak dan putus sekolah dapat segera mendapat pendidikan serta menimba ilmu.
"Di Banten sendiri ada dua yang baru, ada enam lainnya yang rintisan seperti ini. Rintisan itu kenapa? Karena pembangunan butuh waktu mungkin setahun. Nah, tapi anak sekolah tidak boleh terlambat, harus segera. Makanya ada yang rintisan," tuturnya
Teddy menyampaikan hal ini sesuai keinginan Presiden Prabowo Subianto agar anak-anak yang belum mendapat pendidikan layak segera disekolahkan. Dia menyebut hingga kini sudah 43.000 anak-anak di jalanan dan anak-anak yang tidak sekolah sudah memiliki pendidikan kembali melalui Sekolah Rakyat.
"Jadi secepat mungkin mereka-mereka yang belum memiliki pendidikan yang layak, segera disekolahkan, segera mendapat ilmu, segera diberi penginapan, makan, kesehatan, dan ilmu yang baik, dan perlengkapan yang baik di sekolah. Itu aja intinya," ujar Teddy.
Bekerja Keras
Dia mengatakan anak-anak yang berada di Sekolah Rakyat berasal dari orang tua yang tak bekerja atau pekerjaannya kurang, yatim piatu, kehilangan ibu atau ayahnya, hingga anak jalanan putus sekolah. Teddy mengakui tak semua anak-anak tersebut mau kembali bersekolah.
"Bapak Menteri Sosial, Bapak Wamen, tim semua Kementerian Sosial bekerja keras bagaimana anak-anak di jalanan dikumpulkan, diajak untuk bersekolah. Tidak semuanya mau bersekolah, nah untuk itulah beliau-beliau bekerja keras," katanya.
Teddy bersyukur semakin banyak anak-anak ingin bersekolah karena mengetahui pemerintah menyiapkan tempat yang sangat baik dan layak. Bahkan, kata dia, kini siswa Sekolah Rakyat juga memiliki prestasi dan kemampuan berbahasa asing.
"Ada Sekolah Rakyat 4 DKI, dia ucapin makasih ke Pak Presiden pakai bahasa Inggris, tulisannya dia sendiri nih. Saya kira tadi bahasa Indonesia, ternyata udahlah tulisannya bagus, kemudian ucapinnya pakai bahasa Inggris lagi ke Pak Presiden. Ini salah satu contoh gitu ya, dan banyak contoh lainnya," pungkas Teddy.