Liputan6.com, Jakarta - Upaya pencarian terhadap Sugianto (45), nelayan asal Kampung Dami, Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, berakhir duka. Korban yang sempat dilaporkan hilang kontak saat melaut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan utara Pantai Asta, Senin (3/8/2026) pagi.
Menurut Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo Puriono, korban pertama kali ditemukan oleh Suto (52), seorang nelayan setempat yang tengah memancing seorang diri sekitar pukul 07.00 WIB. Saat berada di jarak sekitar 500 meter dari titik lokasi memancingnya, atau kurang lebih 2 mil di utara bibir Pantai Asta, Suto melihat sesosok mayat mengambang di permukaan air.
Advertisement
"Suto langsung mengabarkan temuan tersebut kepada rekannya dan pihak keluarga korban," ujarnya, Senin (3/8/2026).
Informasi ini, kata Puriono, segera diteruskan kepada petugas Sat Polairud Polres Situbondo serta Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Situbondo yang saat itu tengah bersiap memimpin pencarian di lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya korban.
Proses evakuasi berlangsung cepat. Sekira pukul 08.30 WIB, perahu yang membawa jenazah Sugianto mendarat di bibir pantai sebelah timur Pelabuhan Jangkar.
"Petugas gabungan bersama tim medis segera membawa jenazah ke rumah duka di Kampung Dami menggunakan mobil ambulans Puskesmas Jangkar," tambahnya.
Setibanya di rumah duka pukul 08.40 WIB, tim medis Puskesmas Jangkar langsung melakukan visum atau pemeriksaan luar terhadap tubuh korban.
Tenggelam
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis resmi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun bekas penganiayaan pada tubuh korban.
"Penyebab kematian dipastikan murni akibat tenggelam di laut," paparnya.
Pihak keluarga membenarkan identitas jenazah berdasarkan ciri-ciri fisik serta pakaian yang dikenakan Sugianto saat berangkat melaut menggunakan perahu fiber biru-putih bernama "Trobosss".
"Keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan menolak dilakukan autopsi lanjutan dengan menandatangani surat pernyataan resmi," jelas Puriono.
Puriono mengimbau seluruh nelayan di kawasan perairan Situbondo agar selalu mengutamakan keselamatan kerja, memantau prakiraan cuaca, serta membawa perlengkapan keselamatan (life jacket) saat melaut.