Alasan Prabowo Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang

Presiden Prabowo Subianto menjelaskan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang yang bersejarah penting untuk melestarikan identitas dan memori bangsa.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 30 Juli 2026, 16:45 WIB
Prabowo di Stasiun Semarang Tawang (Foto: Lizsa Egeham/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menjelaskan pentingnya revitalisasi sejumlah stasiun lama salah satunya, Stasiun Semarang Tawang.

Stasiun tersebut sudah dibangun sejak tahun 1911 oleh Belanda dan baru selesai revitalisasi tahap pertama pada 2026.

Prabowo menyampaikan Stasiun Semarang Tawang merupakan bangunan yang bersejarah dan perlu dilestarikan. Dia menceritakan Presiden pertama RI Soekarno kerap berangkat dari Stasiun Semarang Tawang saat hendak menjanlankan tugas negara ke daerah saat awal kemerdekaan RI.

"Karena itu, menjaga, melestarikan stasiun tawang ini tidak hanya menjaga dan melestarikan satu bangunan, tapi juga menjaga identitas dan menjaga memori dan perjalanan sejarah kita," kata Prabowo saat meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang di Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

Dia menyampaikan Indonesia sebagai bangsa yang besar, tak boleh melupakan sejarah. Prabowo menuturkan bangsa Indonesia memanfaatkan masa-masa penjajahan untuk belajar teknologi agar dapat mengejar ketertinggalan dari bangsa lain.

"Kita memang mengalami masa penjajahan yang lama, tapi kita juga manfaatkan masa itu utk belajar; belajar teknologi, belajar sains untuk kita mengejar kemajuan bangsa dan semua yang diperlukan untuk bangsa yang kuat, bangsa yang merdeka," ujarnya.

Oleh sebab itu, Prabowo menyampaikan generasi saat ini harus melestatikan peninggalan-peninggalan zaman dahulu. Mulai dari, kuil hingga bangunan yang sudah berdiri ratusan tahun lalu.

"Penting juga kita untuk melestarikan semua yang kita miliki, walaupun itu dari zaman dahulu. Kita harus melestarikan kuil-kuil kita harus melestarikan semua bangunan-bangunan ribuan ratusan tahun yang lalu. Itu bagian dari sejarah kita, bagian dari identitas kita," tutur Prabowo.

 

Apresiasi KAI

Dia mengapresiasi PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang telah merevitalisasi stasiun-stasiun penting. Prabowo meyakini hal ini dapat menjadi daya tarik wisatawan yang ingin melihat sejarah di Indonesia.

"Mereka ke Jawa Tengah untuk ke (Candi) Borobudur, ke Yogyakarta ada (Candi) Prambanan. Jadi saya sangat gembira, lestarikan semua stasiun. Ini juga bagian dari pelestarian sejarah. Tapi lebih penting, ini bagian dari usaha kita sebagai bangsa untuk di semua bidang kita lakukan transformasi di semua bidang," pungkas Prabowo.

Sebagai informasi, Stasiun Semarang Tawang merupakan salah satu ikon perkeretaapian Indonesia. Stasiun dibangun oleh Nederlandsche-Indische Spoorwegen Maatschappij (NISM) pada tahun 1911 dan mulai beroperasi pada tahun 1914

Stasiun Semarang Tawang telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya. Pemugaran tahap pertama Stasiun Semarang Tawang telah rampung pada awal Juli 2026.

Cakupan revitalisasi tahap pertama meliputi penataan ruang tunggu luxury, ruang VIP, hall utama, perbaikan selasar, serta peningkatan sistem drainase untuk mengantisipasi genangan dan banjir pada musim hujan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya