Liputan6.com, Jakarta - Seorang wanita berinisial M (52) ditemukan meninggal di sebuah kamar kos di Jalan dr. Makaliwe I, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Temuan mayat wanita di kos Grogol itu berawal dari tetesan darah yang terlihat mengalir dari lantai atas.
Polisi kini mendalami rangkaian peristiwa yang terjadi sejak kedatangan korban hingga ia ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Advertisement
"Korban seorang wanita berinisial M. Korban kedapatan luka di bagian kepala sebelah kiri," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Barat AKP Wisnu Wirawan kepada wartawan, Kamis (30/7/2026).
Menurut keterangan saksi, korban tiba di area kos sekitar pukul 01.00 WIB pada Rabu (29/7/2026). Lokasi tersebut diketahui merupakan tempat kos yang dihuni suaminya.
Masih berdasarkan kesaksian, sekitar pukul 03.00 WIB, korban sempat terlihat keluar dari kamar kos tersebut. Setelah itu, tidak ada lagi yang melihat aktivitas korban hingga temuan di sore hari.
Polisi belum membeberkan keberadaan suami korban saat peristiwa terjadi karena seluruh keterangan masih dikumpulkan penyidik.
"Kosan tersebut adalah kosan suaminya. Korban datang ke situ. Untuk itu masih dilakukan pendalaman lebih lanjut. Kita tunggu hasil proses penyelidikan anggota Reskrim Grogol Petamburan," ucapnya.
Darah Menetes Dari Lantai Atas
Pada sekitar pukul 18.00 WIB, penghuni kos dikejutkan oleh tetesan darah yang mengalir dari lantai atas. Temuan tersebut dilaporkan kepada Ketua RT dan kemudian diteruskan kepada Ketua RW setempat.
Didampingi penjaga kos, warga memeriksa sejumlah kamar yang terkunci untuk mencari sumber tetesan darah. Pemeriksaan dilakukan menyusuri lantai demi lantai guna memastikan asal aliran darah.
Saat salah satu pintu kamar dibuka secara paksa, korban ditemukan sudah tidak bernyawa. Temuan ini segera dilaporkan ke pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti petugas Polsek Grogol Petamburan. Tim yang dipimpin Perwira Pengawas (Pawas) Ipda Sutrisno bersama personel piket Reskrim, Samapta, dan Tim Identifikasi Polres Metro Jakarta Barat mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Dari pemeriksaan awal, polisi menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, penyidik belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian dan juga belum memastikan ada atau tidaknya unsur pembunuhan.
"Untuk lukanya seperti apa, nanti menunggu hasil visum. Masih dilakukan penyelidikan dan menunggu hasil visum," ujar Wisnu.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjalani visum et repertum.