Kesaksian Pekerja Apartemen Kalibata saat Dokter Internship Jatuh

Dia mendapat cerita dari rekannya yang sedang bertugas saat dokter internship tewas terjatuh.

oleh Rifqy Alief AbiyyaDiterbitkan 28 Juli 2026, 13:24 WIB
Kondisi TKP Dokter Internship Tewas di Apartemen Kalibata

Liputan6.com, Jakarta - Kesaksian pekerja Apartemen Kalibata City mengungkap detik-detik ditemukannya dokter internship berinisial SZM yang tewas diduga setelah melompat dari lantai 18 Tower Sakura. Korban disebut sempat tersangkut di balkon sebelum akhirnya dievakuasi petugas.

Salah seorang pekerja apartemen yang enggan disebutkan namanya mengaku tidak menyaksikan langsung peristiwa yang terjadi pada Minggu, 26 Juli 2026, tersebut. Namun, ia mendapat cerita dari rekannya yang sedang bertugas saat kejadian.

"Itu yang lemarinya yang kacanya ditutup itu putih-putih," kata dia kepada Liputan6.com, Selasa (28/7/2026), saat menunjukkan lokasi korban disebut sempat tersangkut.

"Tiba-tiba ada yang jatuh saja," sambungnya.

Pantauan Liputan6.com di Tower Sakura, Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026), menunjukkan situasi di lokasi sudah kembali normal. Garis polisi yang sebelumnya terpasang di area parkir sepeda motor telah dilepas.

Area parkir yang berada di sisi kiri Tower Sakura, lokasi korban ditemukan, juga telah dibersihkan dan kembali digunakan penghuni. Tidak tampak lagi tanda-tanda yang menunjukkan lokasi tersebut baru saja menjadi tempat kejadian perkara.

Pekerja itu mengatakan garis polisi sudah dilepas sejak Senin (27/7/2026) pagi. Menurut dia, area tersebut langsung dibersihkan setelah polisi selesai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Sudah dibersihin. Kemarin langsung dibersihin sama pihak polisi," ujarnya.

Ia juga mengatakan suasana di area parkir kini telah kembali seperti biasa. Menurutnya, lokasi tersebut memang cenderung sepi dibandingkan area lain di kompleks Apartemen Kalibata City.

Kronologi Dokter Tewas

Sebelumnya, dokter internship, dr. SZM, ditemukan meninggal dunia setelah diduga melompat dari jendela lantai 18 unit Apartemen Kalibata pada Minggu, 26 Juli 2026. Polisi melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif di balik tindakan tersebut. Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur, menjelaskan korban tinggal berdua dengan ibunya di unit apartemen itu.

"Korban tinggal berdua sama ibunya. Saat itu ibunya mengajak pergi ke mal, tetapi korban tidak mau dan tetap di unit," kata Mansur saat dihubungi, Senin (27/7/2026).

Setelah sang ibu pergi, korban mengunci pintu dari dalam. "Setelah ibunya pergi, pintu dikunci dari dalam oleh korban. Di situlah korban diduga melompat dari jendela untuk mengakhiri hidupnya," ujarnya.

Mansur mengatakan, korban sempat tersangkut di balkon sebelum akhirnya jatuh. Polisi melakukan olah TKP dan jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya