Pramono Buka Suara soal Bentrokan Menteng, Soroti Potensi yang Harus Dicegah

Gubernur DKI Pramono Anung meminta bentrok antarwarga di Jalan Tambak, Menteng, tak dikaitkan isu etnis.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 28 Juli 2026, 11:14 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Liputan6.com/ Winda Nelfira)

Liputan6.com, Jakarta - Bentrok Menteng di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Jakarta Pusat, direspons Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dengan seruan agar peristiwa tersebut tidak dikaitkan dengan isu etnis. Ia menekankan pentingnya menjaga ruang bersama yang inklusif di ibu kota.

Pramono juga meminta seluruh pihak menahan diri dan memberi ruang kepada aparat penegak hukum untuk menangani kasus ini sesuai kewenangan. Ia menilai pengendalian emosi publik diperlukan agar situasi tetap kondusif.

Selain itu, ia mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar konflik tidak melebar.

Jakarta Kota Terbuka, Jangan Seret Isu Etnis

Pramono menegaskan karakter Jakarta yang majemuk dan selama ini terpelihara.

"Jakarta ini adalah kota yang sangat terbuka. Keberagaman di Jakarta itu selama ini terjaga dengan baik," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (28/7/2026).

"Saya betul-betul tidak mau ada isu berkaitan dengan etnisitas di Jakarta karena Jakarta sudah aman, nyaman, dan tenteram," ujarnya.

Ia mengakui dinamika sosial di lapangan tetap ada dan meminta semua pihak menjaga diri agar persoalan tidak meluas.

"Bahwa kemudian ada persoalan seperti di Matraman, itu adalah realita yang ada. Tetapi saya meminta kepada semuanya untuk menahan diri dan kita menyelesaikannya dengan kepala dingin," tuturnya.

"Mudah-mudahan Jakarta tetap aman, nyaman, dan terbuka bagi siapa saja," kata Pramono.

Imbauan Tak Terprovokasi Usai Bentrokan Jalan Tambak

Pramono mengingatkan publik agar tidak terpancing tindakan yang dapat memperluas konflik.

"Saya mengimbau kepada semua masyarakat kita untuk kepala dingin, tidak melakukan tindakan provokasi yang berpotensi untuk memperluas konflik," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (27/7/2026).

Politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu juga menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi arus informasi.

"Tidak menyebarkan informasi atau disinformasi yang tidak berdasarkan fakta, dan tidak merusak fasilitas umum," katanya.

Ia menyebut jajaran Pemprov DKI telah diarahkan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum serta unsur masyarakat untuk menjaga situasi tetap damai.

"Saya telah melakukan dan menginstruksikan kepada jajaran Pemerintah DKI Jakarta untuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, guna menjaga situasi agar tetap berjalan dengan kondusif dan damai," ujar Pramono.

Menurutnya, penanganan kasus diharapkan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku oleh aparat penegak hukum.

"Sekali lagi saya mengajak seperti hal yang selalu berulang kali saya sampaikan, Jakarta ini perlu kita jaga bersama-sama, maka 'Jaga Jakarta' menjadi penting dalam kondisi yang seperti ini," tandasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya