Petugas Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Kawah Ijen

Gunung Ijen berstatus Level I (Normal), namun pengunjung diingatkan waspada.

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 28 Juli 2026, 10:19 WIB
Kawah Ijen, East Java. (Photo: Prasanta Kr Dutta/Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Meski berstatus Level I (Normal), kawasan Kawah Ijen tetap menyimpan potensi bahaya yang perlu diantisipasi pengunjung. Petugas pos pengamatan meminta wisatawan dan warga sekitar tidak abai terhadap ancaman yang dapat muncul di sekitar kawah.

Gunung Ijen yang memiliki ketinggian 2.386 mdpl dipantau secara berkala oleh Pos Pengamatan Gunung Api Ijen. Peringatan keselamatan ditegaskan kepada pengunjung agar aktivitas wisata tetap berjalan tanpa mengorbankan aspek keamanan.

Berdasarkan laporan resmi periode pengamatan 27 Juli 2026 pukul 00.00–24.00 WIB, aktivitas mikro dinilai masih relatif rendah, namun tetap aktif. Catatan pemantauan juga mencakup kondisi permukaan dan lingkungan sekitar kawah.

Waspada Longsor dan Gas Beracun di Kawah

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ijen, Suparjan, mengingatkan bahwa selain faktor vulkanik, kondisi fisik dinding kawah perlu mendapat perhatian serius, terutama saat curah hujan meningkat.

"Masyarakat kami ingatkan untuk mewaspadai potensi longsor pada dinding kawah yang sewaktu-waktu bisa terjadi, terutama saat dipicu curah hujan," kata Suparjan, Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ijen, Selasa (28/7/2026).

Adapun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menerbitkan rekomendasi keselamatan. Masyarakat dilarang mendekati dasar Kawah Ijen. Selain itu, pengunjung juga dilarang bermalam atau berkemah di kawasan Kawah Ijen dalam radius aman minimal 500 meter.

"Wisatawan wajib mewaspadai paparan gas beracun yang dapat berkumpul di sekitar area kawah, terlebih potensi bahaya aliran gas karbon dioksida yang dapat mengalir di sepanjang aliran Sungai Banyupait hingga Banyuputih," tambahnya.

Menurut Suparjan, meskipun aktivitas vulkanik berada pada Level I (Normal), karakter Kawah Ijen yang kaya kandungan gas sulfur dan memiliki danau asam dengan tingkat keasaman tinggi menuntut kewaspadaan ekstra dari wisatawan maupun pengelola kawasan.

Cuaca dan Kegempaan 27 Juli 2026

Cuaca di sekitar puncak Ijen pada periode tersebut bervariasi, dari cerah, berawan, mendung, hingga hujan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur dengan suhu udara berkisar 17–27 derajat Celsius.

Secara visual, puncak gunung kerap tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati selama periode pemantauan.

Dari sisi kegempaan, terekam satu kali gempa hembusan dengan amplitudo 5 mm dan durasi 32 detik, serta satu kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 3 mm dan durasi 9 detik.

Tremor menerus juga terekam dengan amplitudo 0,5–2 mm (dominan 1 mm).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya