Foke Ajak Hapus Stigma Ormas Betawi Identik Premanisme

Menurut Foke, citra bahwa ormas Betawi identik dengan premanisme sudah tidak lagi relevan.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 24 Juli 2026, 20:13 WIB
Ketua Majelis Kaum Betawi Fauzi Bowo atau Foke. (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Majelis Kaum Betawi Fauzi Bowo atau Foke mengajak masyarakat menghapus stigma lama yang mengidentikkan organisasi masyarakat (Ormas) Betawi dengan premanisme.  

Hal itu disampaikan Foke merespons mengenai masih maraknya tawuran dan premanisme di Jakarta. Menurut dia, citra bahwa ormas Betawi identik dengan premanisme sudah tidak lagi relevan. Karena masyarakat Betawi telah berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan Jakarta. 

“Saya kira ini stigma lama sejak zaman Si Pitung. Sekarang Betawi berubah dari kampung, village kecil, jadi kota global 50 terbesar. Begitu juga masyarakatnya, termasuk kaum Betawinya,” kata Foke usai pelantikan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Selain itu, Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut bahwa masyarakat Betawi saat ini tidak lagi bisa dipandang hanya dari stereotip lama, seperti hanya mengaji, bermain silat, atau menjaga parkir. Ia menegaskan, masyarakat Betawi kini telah menunjukkan kiprahnya di berbagai bidang, termasuk memimpin pemerintahan.\ 

“Pernah juga ada yang jadi gubernur kan? Jangan dilupain. Jadi bukan sekadar masyarakat Betawi yang biasa, yang kerjanya cuma ngaji, main pukulan, dan termasuk juga yang jaga parkir. Tapi juga ada yang pernah jadi pimpinan,” jelasnya.  

Meski begitu, Foke tak menampik perubahan cara pandang terhadap masyarakat Betawi memang menjadi pekerjaan rumah bersama, termasuk bagi kepengurusan Forkabi yang baru dilantik.

“Kita akan menjadi kontributor utama untuk membangun kampung kita ini menjadi kota global yang membanggakan buat semua warganya. Ini juga menjadi pekerjaan rumah kawan-kawan di Forkabi,” ucap Foke. 

 

 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya