Direktur FBI Temui Kapolri, Sepakat Perangi Terorisme hingga TPPO

Sigit menyebut FBI adalah salah satu mitra Polri dalam penegakan hukum internasional.

oleh Rifqy Alief AbiyyaDiterbitkan 23 Juli 2026, 20:12 WIB
Kapolri Bertemu Direktur FBI Kash Patel (Foto: Rifqy/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerima audiensi Direktur Federal Bereau of Investigation (FBI), Kash Patel di Markas Besar Kepolisian RI, Jakarta, Rabu (23/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak berkomitmen memperkuat kerja sama dalam menghadapi perkembangan kejahatan modern, yang semakin kompleks, lintas negara, dan melampaui batas yurisdiksi. Sigit menegaskan, FBI adalah salah satu mitra Polri dalam penegakan hukum internasional.

Menurutnya, hubungan kelembagaan yang selama ini telah terjalin perlu diperkuat untuk meningkatkan kemampuan kedua institusi, khususnya dalam merespons berbagai ancaman kejahatan transnasional yang semakin berkembang.

"Saya berharap kunjungan ini semakin mempererat hubungan kelembagaan antara Polri dan FBI serta memberikan momentum baru bagi penguatan kerja sama penegakan hukum internasional, khususnya dalam menghadapi berbagai ancaman kejahatan lintas negara yang semakin kompleks,” ujar Sigit dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).

 

Pencegahan dan Penanggulangan Kejahatan Transnasional

Sigit membeberkan, Letter of Intent tentang Kerja Sama Timbal Balik dalam Pengembangan Kapasitas serta Pencegahan dan Penanggulangan Kejahatan Transnasional yang ditandatangani pada 5 Juli 2019 dan telah diperpanjang hingga tahun 2029, menjadi landasan penguatan kedua instansi.

Dalam pertemuan ini, Sigit mendorong adanya pengembangan kapasitas, terutama di bidang tindak pidana yang menjadi prioritas. Kini, Polri juga mengoptimalkan peran Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC) sebagai pusat pendidikan dan pelatihan internasional bagi aparat penegak hukum.

Sigit juga mendorong penguatan kerja sama dalam menghadapi ancaman terorisme yang kini berkembang pesat melalui media sosial, platform digital, komunikasi terenkripsi, bahkan propaganda yang menyasar kelompok rentan, termasuk generasi muda.

"Polri berharap kerja sama dengan FBI dapat diperluas dalam menghadapi radikalisasi daring, ekstremisme berbasis kekerasan, investigasi komunikasi digital, dan perlindungan masyarakat dari propaganda terorisme,” tuturnya.

Persoalan pemberantasan perdagangan orang dan penyeludupan manusia tidak luput dari perhatian. Karena itu, penguatan pertukaran informasi untuk mengidentifikasi pelaku, aliran dana, sarana komunikasi, dan keterkaitan jaringan dengan kejahatan transnasional lainnya harus ditingkatkan.

"Kami berharap audiensi ini dapat meningkatkan pertukaran informasi, kerja sama operasional, pengembangan kapasitas, serta penyelesaian perkara yang menjadi perhatian bersama,” kata dia.

Kunjungan Direktur FBI tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat kerja sama penegakan hukum internasional antara Polri dan FBI.

Selain itu, kunjungan ini juga diharapkan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan modern guna mewujudkan keamanan bagi masyarakat Indonesia maupun komunitas internasional.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya