Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto berpesan kepada para perwira remaja TNI-Polri yang baru dilantik untuk selalu menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas segala kepentingan lainnya.
Terkait hal ini, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni pun menyebut bahwa arahan Presiden Prabowo tersebut penting untuk memastikan seluruh institusi pertahanan dan keamanan tetap berjalan dalam satu komando demi kepentingan bangsa.
Advertisement
"Kami di Komisi III menegaskan bahwa kami setuju dan sejalan dengan instruksi presiden bahwa baik tentara maupun polisi itu tidak boleh memiliki loyalitas sempit dalam korps," kata dia kepada wartawan di Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Politikus NasDem ini mengingatkan agar seluruh pihak tetap berada dalam satu garis komando di bawah arahan Presiden Prabowo.
"Ini penting untuk menghindari potensi gesekan-gesekan yang bisa terjadi antar lembaga jikalau loyalitas dan komandonya di luar presiden dan tidak satu komando," ungkap Sahroni.
Karena itu, menurut dia, seluruh anggota Polri dan TNI perlu untuk mengedepankan kepentingan yang lebih besar dengan mengesampingkan loyalitas sempit terhadap korps dan ego sektoral.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik 1.177 perwira TNI dan Polri lulusan Angkatan Militer (Akmil) dan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2026, Rabu (22/7/2026). Prabowo mengatakan bahwa sejak dilantik, para perwira remaja menjadi milik bangsa dan negara.
"Mulai hari ini, Saudara bukan lagi milik dirimu sendiri. Mulai hari ini, sesungguhnya Saudara bukan lagi milik keluargamu lagi. Saudara sudah menjadi milik bangsa dan negara," kata Prabowo saat melantik 1.177 perwira remaja TNI-Polri di Halaman Istana Merdeka Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Perintah Prabowo ke Perwira TNI-Polri yang Baru Dilantik
Dia menuturkan perwira remaja TNI-Polri merupakan generasi penerus yang akan memikul tanggung jawab berat untuk membela negara dan bangsa, serta meneruskan cita-cita pendiri bangsa. Prabowo mengingatkan TNI-Polri harus selalu hadir ditengah-tengah kesulitan masyarakat.
"Saya bangga karena Saudara-saudara telah belajar satu hal yang paling penting: menjadi perwira berarti hadir ketika rakyat sedang menghadapi kesulitan. Itulah makna pengabdian yang sesungguhnya," ujarnya.
Prabowo bangga para perwira remaja TNI-Polri lulusan tahun 2026 hadir langsung membantu penanganan bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Dia menekankan perwira merupakan TNI dan polisi rakyat.
"Kita adalah tentara dan polisi rakyat. Kesulitan rakyat akan menjadi kesulitan Saudara," ucap Prabowo.
Dia mengingatkan pangkat pertama diterima bukan sekadar kehormatan, namun juga amanah, harapan, dan kepercayaan rakyat Indonesia. Prabowo pun berpesan agar para perwira remaja selalu memetingkan kepentingan bangsa serta setia kepada NKRI, UUD 1945, dan Pancasila.
"Pegang teguh sumpah yang telah Saudara ucapkan. Setialah kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, setialah kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang paling utama setialah kepada rakyat Indonesia," tutur Prabowo.
"Jangan pernah ada kepentingan apa pun yang lebih tinggi daripada kepentingan bangsa," sambungnya.