Layanan Konsultasi Mental DKI Jakarta Meningkat 4,17 Kali Lipat

Layanan JakCare DKI Jakarta mencatat peningkatan signifikan, menerima 20.419 panggilan konsultasi kesehatan mental.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 22 Juli 2026, 16:35 WIB
Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania (paling kiri) saat hadir bersama Gubernur dan penjabat lainnya saat melrealisasi APBD Triwulan II 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (22/7/2026). (Foto: liputan6.com/Winda Nelfira).

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat layanan konsultasi kesehatan mental JakCare telah menerima puluhan ribu panggilan dalam setahun, sejak Mei 2025 hingga Juni 2026.

"Ini beroperasi 24 jam dan dilayani oleh psikologis klinis, telah menerima 20.419 panggilan sepanjang Mei 2025 sampai dengan Juni 2026," kata Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Dia mengungkapkan, pemanfaatan layanan JakCare terus meningkat pada tahun ini. "Pada periode Januari sampai dengan Juni 2026, layanan ini meningkat 4,17 kali lipat dibandingkan periode Mei sampai dengan Desember 2025," jelas Atika.

Lebih lanjut, dia menyebut dari total 20.419 panggilan yang masuk ke JakCare sebanyak 24,6 persennya berasal dari masyarakat di luar Jakarta.

Atika berujar hal itu menunjukkan bahwa layanan JakCare tidak hanya dimanfaatkan warga ibu kota, tetapi juga masyarakat dari daerah lain.

"Dari total 20.000 sekian panggilan, 24,6 persennya tidak hanya berasal dari Jakarta, tapi juga dari luar Jakarta. Hal ini menunjukkan bahwa concern masyarakat terhadap kesehatan mental itu semakin baik," jelas dia.

 

Meningkatkan Kepercayaan

Atika menambahkan, tingginya jumlah panggilan yang masuk ke JakCare juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan mental yang disediakan pemerintah.

"Jadi kalau kita lihat angle-nya, layanan-layanan yang diberikan oleh pemerintah berdampak baik. Pertama adalah awareness terhadap mental health care-nya, dan yang kedua layanan itu juga diminati oleh masyarakat di luar Jakarta," kata Atika.

Selain memperkuat layanan kesehatan mental, Pemprov DKI juga mencatat peningkatan kinerja sektor kesehatan secara umum. Indeks kepuasan layanan kesehatan pada triwulan II 2026 mencapai 94,75, atau naik 0,99 poin dibandingkan triwulan sebelumnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya