Dugaan Distribusi Tramadol Jelang Aksi Demo Mulai Diselidiki

Informasi dugaan distribusi Tramadol jelang aksi unjuk rasa di Jakarta sedang didalami Polda Metro Jaya.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 21 Juli 2026, 12:55 WIB
Ilustrasi tramadol dan obat keras lainnya. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mendalami informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan rencana distribusi tramadol kepada kelompok tertentu menjelang aksi unjuk rasa di Jakarta.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Ahmad David menegaskan, pihaknya tidak akan mengabaikan informasi yang beredar dan segera melakukan pendalaman.

“Kita dalami,” kata dia kepada wartawan, Selasa (21/7/2026).

Menurut Ahmad, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya terus melakukan penindakan terhadap seluruh bentuk peredaran gelap narkotika maupun obat-obatan berbahaya.

“Semua peredaran gelap kita tindak,” ujarnya.

Ia menegaskan penindakan terhadap jaringan peredaran gelap dilakukan secara intensif.

“Sangat amat intens,” katanya.

Sebagai gambaran penindakan yang telah dilakukan, Ahmad David menerangkan, selama 2026 Polda Metro Jaya bersama polres jajaran telah mengamankan sekitar 53,7 juta butir obat berbahaya dan menangkap 681 tersangka.

“Banyak sekali, penindakan yang sudah kita lakukan. Luar biasa kita brantas. Selama tahun 2026 Polda Metro Jaya dan polres jajaran telah mengamankan 53,7 juta butir obat berbahaya dan mengamankan 681 tersangka,” tuturnya.

 

Ajak Masyarakat Berperan

Ahmad David juga mengajak masyarakat berperan aktif membantu kepolisian dengan melaporkan apabila menemukan dugaan peredaran obat keras maupun narkotika di lingkungannya.

“Pasti, masyarakat selalu kita minta berperan aktif untuk melaporkan,” ucapnya.

Sebelumnya, sebuah akun media sosial mengunggah klaim mengenai adanya rencana distribusi tramadol kepada kelompok tertentu yang akan terlibat dalam aksi demonstrasi. Unggahan itu juga mengaitkan dugaan pola serupa dengan aksi unjuk rasa pada tahun lalu.

Dalam unggahan tersebut turut disebutkan adanya dugaan jalur distribusi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Namun hingga kini, informasi yang beredar di media sosial itu belum dapat dipastikan kebenarannya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya