Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan di Hotel Claro, Makassar, Sabtu (18/7/2026).
Dalam forum tersebut, Bahlil memberikan penugasan khusus kepada kepengurusan baru Golkar Sulsel agar mampu meningkatkan perolehan kursi partai pada Pemilu 2029 sekaligus memperkuat dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Advertisement
Menurut dia, hasil Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar telah menetapkan dua agenda utama yang wajib dijalankan seluruh jajaran partai, yakni menaikkan jumlah kursi legislatif dan mengawal program-program pemerintah.
"Bagi kami, aliansi kursi partai merupakan perintah dan amanah Munas, dan itu target. Yang kedua adalah mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran dengan berbagai macam program-program yang sudah direncanakan untuk dieksekusi," ujar Bahlil.
Di hadapan peserta Musda, ia menegaskan bahwa seluruh konsolidasi partai harus berorientasi pada peningkatan kekuatan politik Golkar di semua tingkatan.
"Partai kita dalam Munas sudah kita putuskan yang pertama adalah bagaimana kita menaikkan kursi partai untuk DPR RI dari 102 menjadi 102 lebih. DPR Provinsi juga harus, DPR Kabupaten juga harus kita naikkan kursinya. Ini adalah tugas dan tanggung jawab pengurus baru ke depan," tegasnya.
Bahlil juga menyampaikan fokus utama DPP saat ini memperkuat organisasi dan meningkatkan elektabilitas partai. Ia kembali menegaskan bahwa kepengurusan baru Golkar Sulsel nantinya akan dievaluasi berdasarkan kemampuan meningkatkan perolehan kursi legislatif.
"Jadi perintah DPP kepada calon Ketua DPD Golkar yang belum disahkan jadi ketua, karena Musda belum selesai, adalah kursi partai harus naik. Baik DPR RI, DPRD Provinsi, maupun DPRD Kabupaten/Kota," kata dia.
Singgung Pencalonan Ketua DPD Golkar Sulsel
Pada Musda XI ini, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) menjadi satu-satunya bakal calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan. Bahlil mengungkapkan, dirinya memberikan surat diskresi agar IAS dapat memenuhi syarat pencalonan karena masa kepengurusannya di Golkar setelah kembali bergabung belum mencapai lima tahun.
"Pak Ilham Arief Sirajuddin memang pernah hijrah ke partai lain dan kembali sebelum saya jadi ketua umum. Tapi belum lima tahun. Karena belum lima tahun, maka syaratnya adalah saya mengeluarkan diskresi sebagai syarat untuk pencalonan," katanya.
Bahlil menjelaskan, keputusan tersebut diambil sesuai mekanisme partai. Ia pun mengaku hanya menerima laporan dari panitia bahwa hanya satu orang yang mengembalikan formulir pendaftaran.
"Laporan dari Ketua PLT, Pak Uwin, kepada saya bahwa yang mencalonkan cuma satu. Yang mengembalikan formulir cuma satu," ujarnya.
Karena itu, Bahlil menegaskan DPP tidak memiliki kewenangan untuk menjelaskan mengapa kandidat lain tidak ikut bertarung.
"Kalau yang mengembalikan formulir hanya satu, jangan tanya kepada DPP. Tanyalah kepada pihak-pihak yang ingin mencalonkan. Jadi itu bukan domain kita. Yang mengembalikan formulir ke panitia cuma satu," tegasnya.
Saat ditanya mengenai isu adanya kandidat lain yang batal maju, Bahlil mengaku tidak mengetahui dinamika yang terjadi di tingkat daerah.
"Ya, semua satu. Saya enggak tahu di bawah apa yang terjadi. Saya enggak tahu," katanya.
Sulsel Penting Bagi Golkar
Selain memberikan target politik, Bahlil juga mengingatkan pentingnya posisi Sulawesi Selatan bagi Partai Golkar di kawasan timur Indonesia. Menurutnya, kejayaan Golkar di Indonesia Timur selama ini selalu menjadikan Sulawesi Selatan sebagai barometer.
"Berbicara Partai Golkar di wilayah timur, simpulnya adalah Sulawesi Selatan. Kejayaan Partai Golkar di wilayah Timur selalu semua mengambil contoh di Sulawesi Selatan," pungkasnya.
Sebagai informasi, Musda XI DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan sendiri hanya diikuti satu calon ketua, yakni Ilham Arief Sirajuddin, yang telah mengantongi dukungan mayoritas pemilik suara dari DPD II Partai Golkar se-Sulawesi Selatan. Dengan kondisi tersebut, IAS dipastikan akan terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan periode berikutnya.