Peringatan Sahroni DPR soal Darurat Tramadol di Jakarta

Maraknya peredaran Tramadol ilegal di Jakarta membuat Ahmad Sahroni DPR mendesak kepolisian dan BNN bertindak.

oleh DelviraDiterbitkan 17 Juli 2026, 10:45 WIB
Ilustrasi tramadol dan obat keras ilegal lainnya. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta kepolisian bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) memberantas seluruh bandar dan pengedar tramadol di Jakarta.

Menurutnya, Ibu Kota telah berada dalam kondisi darurat akibat maraknya peredaran obat keras ilegal tersebut. 

Pernyataan itu disampaikan Sahroni setelah menerima keluhan warga dan pedagang di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, terkait maraknya aktivitas peredaran narkotika dan tramadol ilegal di lingkungan mereka.

"Bereskan masalah tramadol ini. Saya yakin aparat pasti mampu kok. Karena sudah banyak keluhan, dan jangan sampai terulang lagi masyarakat sampai main hakim sendiri terhadap warung-warung tramadol. Itu kan tugas aparat penegak hukum, bukan masyarakat. Dan ingat, yang paling utama sekarang kejar bandar dan pengedarnya, jangan berhenti hanya pada pemakai atau kurir," kata dia pada wartawan, Jumat (17/7/2026).

Sahroni meyakini aparat memiliki kemampuan untuk membongkar jaringan tersebut. Ia menilai banyaknya laporan masyarakat dan dukungan fungsi intelijen seharusnya menjadi modal kuat untuk segera bertindak.

“Saya yakin polisi dan BNN mampu membereskan persoalan ini. Kalau perlu operasi besar-besaran sekalian. Laporan masyarakat sudah banyak, informasi intelijen juga pasti ada. Jadi jangan ditunda-tunda lagi, segera bersihkan peredaran tramadol sampai ke akarnya,” kata dia.

 

Jangan Ada Pembiaran

Bendahara Umum Partai NasDem itu mengingatkan, pembiaran oleh kepolisian akan membuat semakin banyak anak-anak menjadi korban.

“Semakin lama dibiarkan, semakin banyak masyarakat, terutama anak-anak muda, yang berpotensi menjadi korban,” tutup Sahroni

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya