Megawati dan Dubes Korsel Bahas Upaya Perdamaian Dua Korea

Ketua Umum PDIP Megawati menerima kunjungan Dubes Korea Selatan dan UEA di kediamannya di Menteng.

oleh Nasrul FaizDiterbitkan 13 Juli 2026, 19:46 WIB
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Korea Selatan (Korsel) untuk Indonesia Yoon Soon-gu. (Dok. Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Ke-5 RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Korea Selatan (Korsel) untuk Indonesia Yoon Soon-gu dan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Obaid Al Dhaheri secara terpisah di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2026) petang.

Dalam pertemuan dengan Dubes Korsel, Megawati didampingi putranya yang juga Ketua DPP PDIP, M. Prananda Prabowo, serta Ketua DPP Rokhmin Dahuri dan Ahmad Basarah.

Dalam kesempatan itu, Dubes Yoon tampak mengamati ruang pertemuan di rumah Megawati yang berada di Jalan Teuku Umar. Ia pun mengaku merasa beruntung karena mendapat kesempatan bertemu langsung dengan keluarga Presiden pertama RI, Soekarno.

"Saya terhormat karena hari ini bisa bertemu Ibu Megawati dan bisa berkunjung ke ruangan ini. Sejarah bangsa Indonesia ada di ruangan ini. Saya melihat banyak foto Presiden Soekarno, foto Ibu Megawati dan saya bertemu dengan Ibu dan anak Ibu secara langsung," kata Dubes Yoon.

Saat menyinggung dua Korea, Dubes Yoon sangat mengapresiasi perhatian Megawati atas persoalan di Semenanjung Korea.

"Ibu Mega punya pengalaman, keahlian serta kedekatan dengan dua negara yakni Korea Utara dan Korea Selatan. Sehingga menjadi modal sebagai perantara bagi kedua negara untuk mau bersama melakukan dialog damai di meja perundingan," sebut Dubes Yoon.

Dubes Korsel menyampaikan bahwa yang terpenting saat ini adalah adanya dialog dengan pihak Korea Utara tanpa membatasinya dengan syarat apapun.

Sementara itu, Megawati menjelaskan pengalaman masa lalunya sebagai utusan perdamaian Korea Selatan dari Presiden Korea sejak Presiden Kim Dae Jung, yang berasal dari Partai Demokrat.

"Saya saat itu mengusulkan adanya pertemuan dan reuni antarkeluarga yang terpisah akibat terbelahnya Korea di garis batas Pamunjon. Serta mengusulkan adanya kerjasama ekonomi antara kedua negara serumpun," papar Megawati.

Untuk diketahui, Presiden saat ini berasal dari Partai Demokrat, sama dengan Kim Daejung, tentunya posisi tentang Semenanjung Korea sepemikiran dengan Presiden Kim Daejung.

Dubes Yoon merasa dengan pengalaman Megawati dan kedekatannya dengan pihak Korea Utara maka Megawati merupakan tokoh yang tepat menjadi utusan khusus (special envoy) bagi perdamaian kedua Korea. Dubes Korsel berjanji untuk menyampaikan seluruh pembicaraan kepada Presiden Lee Jae-myung.

 

Terima Dubes UAE

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri. (Dok. Istimewa)

Usai menerima Dubes Korsel, Megawati lanjut menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri.

Di momen ini, pendamping Megawati bertambah dengan hadirnya Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan Pusat Partai Andi Widjajanto dan Direktur Eksekutif Megawati Institute Hilmar Farid.

Megawati dan Dubes Al Dhaheri memiliki kedekatan apalagi pascakunjungan Megawati ke UEA awal Februari lalu.

"Terima kasih telah mampir berkunjung ke rumah saya di Abu Dhabi pada Februari lalu. Saya meneruskan salam hangat dari Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Dia tahu pertemuan ini dan mengirimkan salam hangat kepada Ibu," kata Dubes Al Dhaheri.

Diskusi mengalir tidak hanya isu geopolitik terkait konflik yang terjadi di Timur Tengah namun juga kerja sama lebih erat di berbagai bidang.

Megawati pun mendorong kerja sama Pemerintah UEA dengan Megawati Institute antara lain di bidang toleransi beragama, Pancasila, kajian pemikiran tokoh pendiri bangsa kedua negara. Sementara dalam kapasitas Dewan Pengarah BRIN, Megawati meminta kerja sama BRIN dengan Pemerintah UEA makin diperkuat antara lain penelitian mangrove yang sudah terlaksana di Bali.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya