Siswa SD Srengseng Jaksel Dipulangkan Usai Ada Ancaman Bom

Meskipun, Tim Gegana dan Densus 88 tidak menemukan bahan peledak di area sekolah.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 13 Juli 2026, 11:45 WIB
Siswa SD Srengseng Jaksel Dipulangkan Usai Ada Ancaman Bom (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Seluruh siswa di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, dipulangkan setelah muncul ancaman bom melalui WhatsApp. Meski Tim Gegana dan Densus 88 tidak menemukan bahan peledak di area sekolah.

Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi mengatakan, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak ada benda mencurigakan di lingkungan sekolah. Namun, petugas masih melakukan penyisiran untuk memastikan kondisi benar-benar aman.

"Ini sudah dicek Gegana dan Densus 88. Nihil, tapi masih disisir, lagi disisir,” kata Nurma kepada wartawan, Senin (13/7/2026).

Selama proses sterilisasi berlangsung, polisi mengevakuasi seluruh siswa, guru, dan orang tua murid ke luar area sekolah.

"Anak-anak sudah dievakuasi, kita arahkan keluar sekolah dulu,” ujarnya.

Orang Tua Siswa Panik

Nurma mengatakan, setelah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan instansi terkait, diputuskan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dihentikan. Keputusan itu diambil karena orang tua murid panik setelah mengetahui adanya ancaman bom.

"Sudah dibubarkan, kita sudah koordinasi dengan semua pihak. Orang tua siswa juga pada panik,” ucapnya.

Dia memastikan seluruh siswa telah dipulangkan ke rumah. "Iya, pulang,” katanya.

Sebelumnya, ancaman bom dikirim melalui pesan WhatsApp secara pribadi kepada guru kelas I dan petugas tata usaha (TU). Pesan tersebut baru diketahui setelah upacara pembukaan MPLS selesai karena saat itu para guru masih mengikuti upacara.

“Laporannya setengah delapan, tapi memang di-WA itu orang lagi pada upacara. Sudah upacara baru lihat WA-nya, kita langsung datang, semuanya, camat dan lurah,” tutur Nurma.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya