Gunung Karangetang Semburkan Material Pijar, Warga Diminta Waspada

BPBD mengimbau warga waspada usai Gunung Karangetang kembali erupsi.

oleh Nasrul FaizDiterbitkan 13 Juli 2026, 00:14 WIB
Situasi erupsi Gunung Karangetang pada Minggu (12/7/2026), disertai semburan api dan guguran lava pijar dari area puncak (Liputan6.com/Yoseph Ikanubun)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sitaro mengungkap perkembangan aktivitas Gunung Karangetang yang kembali mengalami erupsi pada Minggu (12/7/2026).

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Sitaro Sonny Belseran mengatakan, berdasarkan laporan aktivitas Gunung Karangetang, letusan diperkirakan terjadi sekitar pukul 19.14 Wita.

Saat itu terdengar suara dentuman dari arah gunung yang kemudian disusul erupsi eksplosif kecil dari puncak kawah utara dengan tinggi sekitar 300 hingga 400 meter.

Material erupsi mengalir ke arah barat laut sejauh kurang lebih 700 hingga 1.000 meter di antara Kali Batu Bulan dan Kawahang.

Selain itu, lontaran material vulkanik menyebabkan alang-alang di sekitar puncak terbakar. Pantulan cahaya dari material pijar ke awan membuat kobaran api terlihat semakin besar.

 

Warga Diminta Waspada

Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Sitaro mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu di puncak Gunung Karangetang, agar tetap waspada dan berhati-hati, terutama saat beraktivitas pada malam hari.

"Pemerintah Kabupaten Sitaro dalam hal ini BPBD mengimbau masyarakat di sekitar kali agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan tetap berhati-hati, lebih khusus di waktu malam hari," ujar Kabid Kedaruratan BPBD Sitaro, Sonny Belseran, Minggu (12/7/2026).

"Status Gunung Karangetang sampai saat ini masih di Level II atau Waspada," tambahnya.

Sonny juga berharap warga mematuhi rekomendasi, tidak memasuki area kawah puncak dan aliran lava, serta tetap memantau informasi resmi dari BPBD.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya