Lagu 'Lalaki Langit' Dinilai Merendahkan Martabat Perempuan

Menurut Selly, lagu tersebut tak boleh dianggap sebagai humor atau candaan.

oleh DelviraDiterbitkan 02 Juli 2026, 19:08 WIB
Kapoksi PDIP Komisi VIII DPR, Selly Andriany Gantina (Liputan6 SCTV/Teatrika Putri)

Liputan6.com, Jakarta - Kapoksi PDIP Komisi VIII DPR, Selly Andriany Gantina, mengkritik keras lagu ciptaan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein berjudul "Lalaki Langit". Menurutnya, lagu tersebut tidak lucu dan melecehkan perempuan.

"Lagu 'Lalaki Langit Lalanang Bejat' dilihat dari lirik-liriknya sangat melecehkan perempuan," kata Selly kepada wartawan, Kamis (2/7/2026).

Menurut Selly, lagu tersebut tak boleh dianggap sebagai humor atau candaan. Sebab, liriknya sangat merendahkan martabat perempuan.

"Kalau mau dianggap humor sekalipun, isi lagunya juga tidak lucu. Maka, wajar kalau masyarakat dan netizen mempertanyakan kepemimpinan dari seseorang yang tidak bisa membedakan antara candaan dengan bias gender yang merendahkan," tegasnya.

Selly menegaskan lirik lagu tersebut merupakan salah satu bentuk pelecehan nonfisik dan hal itu telah diatur dalam UU TPKS.

"Pelecehan seksual nonfisik (dalam bentuk verbal) merupakan satu dari sembilan jenis kekerasan seksual yang diatur dalam UU TPKS. Dan menurut Pasal 5 UU TPKS, perilaku pelecehan verbal dapat dikenai sanksi pidana hingga maksimal 9 bulan," kata Selly.

Bahkan, Selly menilai lagu itu juga sudah termasuk pelecehan seksual. Padahal, menurutnya, seorang pejabat seharusnya menjadi teladan, bukan sebaliknya.

"Dan semua itu masuk dalam kriteria pelecehan seksual verbal yang seharusnya dipertanggungjawabkan, baik dari tatanan sosial, kode etik pejabat, maupun ranah pidana," pungkas Selly.

 

Bupati Purwakarta Minta Maaf

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, menyampaikan permintaan maaf terkait kontroversi lagu berjudul Lalaki Langit Lalanang Bejad yang diciptakannya karena dinilai telah merendahkan kaum perempuan.

"Maaf jika ada pihak merasa tidak nyaman dengan lirik lagu itu," kata dia, Kamis (2/7/2026).

Om Zein menambahkan, dirinya tak bermaksud untuk menyinggung pihak mana pun melalui lirik lagu tersebut. Menurut dia, lirik lagu itu berasal dari puisi yang dibuat pada tahun 2020 dan isinya bercerita tentang dirinya sendiri.

"Itu puisi dan lirik lagu diciptakan tahun 2020 bercerita tentang diri saya sendiri," ucap dia.

"Berawal dari renungan atas prilaku saya sendiri yang menurut saya saat itu saya nakal dan bersyukur Tuhan menciptakan saya jadi lelaki. Mungkin jika saya diciptakan jadi perempuan terjadi apa yang saya pikirkan karena saya belum bisa jaga diri," lanjut dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya