Pesawat Diduga Dibakar KKB Bawa Tujuh Penumpang

Kondisi pilot dan penumpang masih dalam penyelidikan.

oleh Lia HarahapDiterbitkan 02 Juli 2026, 17:36 WIB
KKB bakar pesawat di Yahukimo. (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA) dengan registrasi PK-RCY diduga dibakar kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Yahukimo, Papua. Satga Damai Cartenz pertama kali mendapatkan kabar pesawat terbakar setelah menerima rekaman video udara yang memperlihatkan sebuah pesawat dalam kondisi terbakar di ujung landasan. Video tersebut diketahui direkam oleh pilot dari maskapai lain yang sedang melintas di atas lokasi kejadian.

Setelah dilakukan penyelidikan, pesawat itu diawaki pilot warga negara Amerika Serikat dan membawa tujuh penumpang.

"Pesawat PK-RCY diketahui melayani rute penerbangan Wamena–Balingga–Wamena menggunakan pesawat jenis Pilatus, dipiloti oleh Nicholas F. Goselin, warga negara Amerika Serikat dan membawa tujuh orang penumpang," kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, dalam rilis yang diterima Liputan6.com, Kamis (2/7/2026).

Satgas Ops Damai Cartenz segera melakukan investigasi awal serta berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk memastikan kebenaran peristiwa tersebut. Hingga saat ini, satgas belum mendapatkan informasi mengenai korban karena tim masih mengecek ke lokasi.

“Sejak menerima informasi dan video yang beredar, kami langsung melakukan investigasi awal serta berkoordinasi dengan pihak maskapai. Hingga saat ini, informasi mengenai kondisi pilot maupun para penumpang masih menunggu hasil pengecekan langsung di lokasi," ujarnya.

 

Masyarakat Waspada Info yang Berkembang

Pesawat diduga dibakar KKB di Yahukimo Papua (Foto: Istimewa)

Satgas Operasi Damai Cartenz juga mendapatkan informasi keterlibatan KKB dalam peristiwa itu. Namun kabar itu belum bisa dipastikan kebenarannya karena masih dilakukan olah tempat kejadian perkara, pengumpulan alat bukti, dan pemeriksaan saksi.

"Proses penanganan di lapangan turut menghadapi kendala kondisi geografis. Belum adanya akses jalur darat sehingga hanya dapat dijangkau menggunakan penerbangan perintis. Selain itu, bandara yang berada pada ketinggian sekitar 2.292 meter di atas permukaan laut menjadi hambatan petugas untuk tiba di lokasi dengan mempertimbangkan kondisi cuaca."

Terpisah, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, mengatakan Satgas Operasi Damai Cartenz bergerak cepat melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh informasi yang berkembang dapat dipertanggungjawabkan.

"Fokus utama kami saat ini adalah memastikan kondisi seluruh korban, mengamankan lokasi kejadian, serta mengungkap pelaku di balik peristiwa tersebut melalui proses penyelidikan yang profesional dan terukur," ujar Kaops.

Ditambahkan Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Adarma Sinaga, pihaknya akan terus memperkuat koordinasi dan langkah-langkah pengamanan, khususnya terhadap aktivitas penerbangan perintis di wilayah pedalaman Papua.

"Masyarakat kami imbau untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta memberikan kepercayaan kepada aparat yang saat ini masih melakukan penyelidikan dan pengamanan di lokasi," tegas Wakaops.

Masyarakat juga diimbau tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan memberikan kesempatan kepada petugas untuk bekerja secara profesional.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya