Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menerapkan standar operasional prosedur (SOP) satu galian terpadu untuk pekerjaan utilitas di ibu kota. Langkah ini dimaksudkan menghentikan praktik galian tumpang tindih yang pernah muncul di koridor TB Simatupang, Jakarta Selatan.
Ia menegaskan seluruh pekerjaan galian akan direncanakan dan dikerjakan secara terintegrasi sejak awal, bukan lagi berjalan sendiri-sendiri antarinstansi.
Advertisement
Pramono menjelaskan pola kerja terpisah selama ini membuat satu ruas jalan dibongkar berulang untuk pemasangan jaringan yang berbeda. Dengan perencanaan terpadu, pelaksanaan proyek ditargetkan lebih efisien dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
"Terutama galian SDA, galian Bina Marga, semua galian yang muara tanggung jawabnya ada di Pemerintah DKI Jakarta. Saya minta tidak lagi overlapping seperti kasus yang terjadi di TB Simatupang," kata Pramono usai meninjau penataan Kali Grogol segmen Kemanggisan, Jakarta Barat, Kamis (2/7/2026).
Ia menekankan cakupan kebijakan ini meliputi pekerjaan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta utilitas lain yang berada di bawah tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta.
Mulai Berlaku di Menteng dan Jakarta Selatan
Menurut Pramono, pola terintegrasi telah mulai diterapkan di sejumlah wilayah. Implementasi awal berlangsung di Menteng dan Jakarta Selatan, lalu akan diperluas ke berbagai proyek infrastruktur lain di Jakarta.
"Kalau dilihat, termasuk untuk limbah yang selama ini menjadi persoalan, dulu limbah sendiri, air bersih sendiri, kemudian Bina Marga sendiri. Sekarang saya minta digabungkan, tidak boleh lagi sendiri-sendiri dan perencanaannya harus dibahas bersama," ujar Pramono.
"Maka beberapa yang kalau dilihat terutama di daerah Menteng, Jakarta Selatan dan sebagainya, sekarang menjadi satu. Dan itulah yang saya inginkan," katanya.