Update Kebakaran TPA Jatiwaringin, Pemadaman Terkendala Angin Kencang

Asap tebal dan tumpukan sampah hambat pemadaman kebakaran TPA Jatiwaringin Kabupaten Tangerang.

oleh Pramita TristiawatiDiterbitkan 01 Juli 2026, 19:41 WIB
Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang Meluas hingga Dua Hektare. Foto: ANTARA/Azmi Samsul M

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, masih menyisakan tantangan besar bagi petugas pemadaman. Kepungan asap tebal yang pekat serta tumpukan sampah yang menyerupai gunung membuat proses pemadaman sulit dilakukan secara maksimal oleh tim di lapangan.

"Kesulitan (pemadaman) yang pertama, angin sangat kencang ya. Sehingga menimbulkan asap yang begitu pekat, makanya personil kami kesulitan untuk mendekati ke lokasi titik api," ungkap Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, kondisi diperparah oleh struktur timbunan sampah yang sangat tinggi dan tidak stabil, sehingga kendaraan pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau titik api secara langsung. Selain itu, jarak pandang yang terbatas akibat asap tebal juga meningkatkan risiko bagi petugas di lokasi.

"Sementara, selang air sudah cukup panjang, tapi karena asap yang pekat, kita juga harus berjaga-jaga, jangan sampai karena asap pekat, jadi tidak terlihat apa-apa," kata Taufik.

Untuk itu, BPBD Kabupaten Tangerang meminta bantuan BNPB untuk melakukan pemadaman melalui udara. Sebab, pemadaman tidak bisa terjangkau melalui darat, diperlukan langkah melalui udara.

Hal tersebut dilakukan berdasarkan hasil asesmen tim Kedeputian Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Di sisi lain, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, proses pemadaman mengalami kendala akibat material yang terbakar didominasi sampah dan bahan mudah terbakar.

Selain itu, titik api berada pada tumpukan sampah dengan ketinggian tertentu, sehingga sulit dijangkau oleh petugas.

"Kondisi ini diperparah dengan hembusan angin yang cukup kencang serta cuaca panas yang menyebabkan api cepat menjalar ke berbagai arah," katanya.

 

Dua Helikopter Dikerahkan

Dua unit helikopter water bombing BNPB pun sudah diterjunkan di lokasi kebakaran sejak pukul 17.15 sore tadi.

"Helikopter ini memiliki kapasitas angkut air hingga 4.000 liter untuk menjatuhkan air langsung ke titik-titik api,"ujar Suharyanto.

Petugas di lapangan kini terus melakukan pemantauan intensif untuk mengantisipasi perluasan area kebakaran, sekaligus memastikan keselamatan personel di tengah kondisi yang masih tidak stabil. Upaya pemadaman gabungan darat dan udara diharapkan dapat mempercepat pengendalian api di TPA Jatiwaringin.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya