Bertemu Raja Charles, Menteri Jumhur Sampaikan Pesan Presiden Prabowo

Mendengar nama Presiden Prabowo, wajah Raja Charles merespons dengan pujian soal komitmen Indonesia menaruh fokus pada pelestarian keanekaragaman hayati.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 25 Juni 2026, 20:33 WIB
Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, berdialog langsung dengan Raja Charles III pada acara Super-pollutant High-level Reception di Istana St. James, London, Selasa (24/6) (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, menghadiri acara London Climate Action Week (LCAW) 2026. Pada kesempatan tersebut, ia sempat berdialog langsung dengan Raja Charles III dalam acara Super-pollutant High-level Reception di Istana St. James, London, Selasa (24/6).

"Yang Mulia, saya menyampaikan salam paling hangat dari Presiden Prabowo Subianto," ujar Jumhur sambil bersalaman dengan Raja Charles, seperti dikutip, Kamis (25/6/2026).

Mendengar nama Presiden Prabowo, Raja Charles memberikan apresiasi terhadap komitmen Indonesia yang menaruh perhatian pada kesejahteraan rakyat dan pelestarian keanekaragaman hayati.

"Presiden Prabowo itu baik dan sedang berusaha keras menyejahterakan bangsa juga dengan memelihara keanekaragaman hayati di Indonesia," tutur Raja Charles.

"Terima kasih selama ini telah mendukung Indonesia dalam upaya melestarikan lingkungan hidup," jawab Jumhur.

 

London Climate Action Week

Sebagai informasi, London Climate Action Week berlangsung pada 22–26 Juni 2026 dan dihadiri ribuan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, LSM, akademisi, peneliti, hingga anggota parlemen dari berbagai negara.

Mereka berkumpul untuk mencari solusi nyata dalam mengatasi krisis iklim yang semakin mengancam. Tema-tema yang diangkat sangat beragam, mulai dari identifikasi pencemar terbesar bumi, transisi energi, hingga pelestarian keanekaragaman hayati.

Indonesia memiliki peran strategis dalam diskusi tersebut karena merupakan salah satu negara megabiodiversitas terbesar di dunia dengan kekayaan keanekaragaman hayati darat dan laut.

Selain itu, Presiden Prabowo Subianto dan Raja Charles III juga memiliki kesamaan visi dalam pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Hubungan keduanya telah terjalin dengan baik dan didukung komitmen bersama untuk melindungi bumi dari kerusakan lingkungan.

Kepedulian Raja Charles terhadap hutan Indonesia bukan sekadar slogan. Pada 2008, saat masih menyandang gelar Pangeran, ia berkunjung ke Jambi untuk melihat kawasan restorasi ekosistem Hutan Harapan. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka misi lingkungan hidup dengan meninjau langsung proyek pelestarian hutan hujan tropis sekaligus menyoroti isu pembalakan liar di kawasan tersebut.

Pengalaman itu menunjukkan bahwa Raja Charles tidak hanya berbicara mengenai isu lingkungan, tetapi juga terjun langsung untuk memahami tantangan yang dihadapi negara-negara tropis seperti Indonesia.

Sebagai catatan, kehadiran Jumhur dalam acara tersebut bukanlah kebetulan. Ia merupakan salah satu dari sedikit menteri lingkungan hidup di dunia yang mendapat undangan khusus menghadiri Super-pollutant High-level Reception, sebuah forum eksklusif yang mempertemukan para pemimpin dunia, tokoh lingkungan global, dan pembuat kebijakan iklim.

Dalam acara tersebut, Menteri Jumhur berdialog mengenai berbagai penyebab super polutan atau pencemar utama, di antaranya emisi gas metana dan karbon hitam dari energi fosil. Selain Jumhur, turut hadir Menteri Lingkungan Hidup Inggris Mary Creagh, Menteri Energi dan Iklim Inggris Ed Miliband, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, serta sejumlah tokoh penting lainnya dari berbagai negara.

Respons Raja Charles menunjukkan bahwa Indonesia diperhitungkan di panggung dunia dalam isu lingkungan hidup. Presiden Prabowo dan jajaran pemerintah, termasuk Menteri Jumhur, tidak hanya menyampaikan komitmen terhadap aksi iklim, tetapi juga berupaya mengambil langkah nyata untuk melindungi hutan, laut, dan keanekaragaman hayati Indonesia.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya