Peserta SPPI Bermasalah Kesehatan Tak Diikutkan Latihan Fisik Latsarmil

Mereka dipisahkan ke kelompok khusus dan tetap mengikuti materi pembelajaran di dalam kelas sesuai kondisi kesehatannya.

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 25 Juni 2026, 16:43 WIB
Peserta latsarmil dari pengelola KDMP dan KNMP mengikuti upacara pembukaan pelatihan diklat di lapangan Dirgantara AAU, Yogyakarta pada Rabu (17/6/2026). (Antara/Humas TNI AU)

Liputan6.com, Jakarta - Korps Marinir TNI AL memastikan peserta Program Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang memiliki riwayat gangguan kesehatan akan dikecualikan dari latihan fisik selama mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil).

"Yang memiliki riwayat kronis atau sakit berat kita pisahkan sampai dengan tingkat peleton dan kompi. Supaya kegiatan-kegiatan di lapangan yang berkaitan dengan fisik tidak kita ikutkan," kata Komandan Batalyon Latihan SPPI KDKMP dan KNMP di Brigif 1 Marinir Cilandak Letkol (Mar) Agus Mutaqin saat ditemui awak media di markas Marinir, Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Dia memastikan, pihaknya telah memperoleh data riwayat kesehatan para peserta melalui pemeriksaan medis yang dilakukan sebelum mereka mengikuti latsarmil.

Dari hasil pemeriksaan itu, seperti dilansir dari Antara, peserta yang memiliki riwayat penyakit atau kondisi kesehatan tertentu akan dipisahkan dan diarahkan untuk mengikuti materi di dalam kelas.

Sementara, peserta yang dinyatakan memenuhi syarat kesehatan akan mengikuti berbagai kegiatan di luar kelas, mulai dari apel pagi hingga latihan peraturan baris-berbaris (PBB). Selain itu, mereka juga mendapatkan pelatihan menembak menggunakan senjata yang telah disiapkan oleh personel Korps Marinir.

"Termasuk nanti di minggu ketiga kita akan melatih menembak perorangan di lapangan yang sudah kita siapkan. Jadi mereka punya dasar-dasar militer yang sekiranya bisa buat bekal dalam menuju penugasan berikutnya," kata Agus. 

 

 

Diklaim Berjalan Kondusif

Hingga saat ini, kata Agus, seluruh rangkaian pendidikan latsarmil masih berjalan dengan aman dan kondusif.

Dia berharap proses pendidikan kali ini bisa selesai dengan baik dan seluruh peserta mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk diterapkan ketika mengelola Koperasi Desa Merah Putih.

Sebanyak 674 peserta latsarmil dari SPPI mengikuti pendidikan selama satu setengah bulan di markas Pasmar I Cilandak, Jakarta. Para peserta itu terbagi menjadi empat kompi di mana setiap kompi berisi enam.

Selama di markas Korps Marinir, mereka mengikuti ragam pendidikan latihan dasar militer yang bertujuan untuk meningkatkan jiwa nasionalisme dan sikap disiplin dalam bekerja.

3 Orang Meninggal Dunia

Jumlah peserta Program Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI) yang meninggal dunia saat mengikuti pendidikan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bertambah menjadi tiga orang.

Korban terbaru adalah Novia Rahmadhani Sihotang, peserta calon pengelola Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

Kementerian Pertahanan (Kemhan) membenarkan kabar meninggalnya Novia yang mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan (Satdik) Pusat Bahasa Kodiklatau, Jakarta.

"Benar, Kementerian Pertahanan telah menerima laporan mengenai meninggalnya salah satu peserta Program SPPI KNMP Tahun 2026 atas nama Novia Rahmadhani Sihotang yang mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta. Kemhan menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhumah," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6/2026.

Rico menjelaskan Novia mengalami gangguan kesehatan saat menjalani latsarmil pada Senin, 22 Juni 2026. Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Udara Dr. Esnawan Antariksa untuk mendapatkan perawatan medis.

Namun, kondisi Novia terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Selasa, 23 Juni 2026.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi kesehatan yang dialami berkaitan dengan penyakit Tuberkulosis (TB)," ujar Rico.

Meninggalnya Novia menambah daftar peserta SPPI yang wafat selama mengikuti latsarmil. Sebelumnya, dua peserta lain, yakni Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq, juga meninggal dunia saat menjalani pendidikan.

Menurut Rico, Anisa meninggal akibat heat stroke saat mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan.

Sementara itu, Yonanda meninggal dunia saat mengikuti pendidikan di Satdik Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad Baturaja. Ia sempat mengalami penurunan kondisi fisik pada 17 Juni 2026 dan dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

"Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat cardiac arrest atau henti jantung," kata Rico.

Kemhan menyatakan seluruh peserta latsarmil telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pendidikan. Selain itu, peserta yang mengalami gangguan kesehatan selama pelatihan juga disebut telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya