Penyebab Truk Terguling hingga Besi 30 Ton Terjun dari Flyover Tomang

Truk trailer bermuatan wiremesh terguling di Flyover Tomang KM 13.400. Muatan jatuh ke arteri, tak ada yang tertimpa.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 24 Juni 2026, 12:34 WIB
Truk terguling di jalan layang (flyover/FO) Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. ANTARA/Risky Syukur

Liputan6.com, Jakarta - Truk trailer terguling di flyover Tomang KM 13.400 arah barat, Rabu (24/6/2026) dini hari. Besi muatan truk berhamburan dan jatuh ke jalan arteri di bawahnya. 

Insiden terjadi saat truk yang dikemudikan Budi melaju dari Gerbang Tol Tomang menuju arah barat. Pada tanjakan KM 13.400, kendaraan diduga kehilangan kendali ketika bermanuver ke kiri hingga akhirnya terbalik.

Menurut kepolisian, analisis awal menunjukkan beban muatan yang berlebih membuat pengemudi gagal menguasai kendaraan.

Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Reiki Indra Brata Manggala menjelaskan truk trailer membawa material untuk kebutuhan konstruksi bangunan.

"Besi beton, buat beton-beton. Besi cor, kayak reling gitu," kata Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Reiki Indra Brata Manggala, Rabu (24/6/2026).

Manuver di Tanjakan

 

Ia menerangkan posisi kendaraan setelah kecelakaan dan temuan awal terkait penyebab kehilangan kendali.

"Kendaraan terbalik dengan posisi roda mengarah ke utara. Analisis sementara, pengemudi tidak dapat menguasai kendaraan dengan beban muatan yang over," ujarnya.

Muatan wiremesh terlempar dari badan jalan layang dan jatuh ke jalan arteri di bawahnya. Polisi memastikan tidak ada pengguna jalan yang tertimpa material saat peristiwa terjadi.

"Alhamdulillah tidak ada yang tertimpa. Hanya muatannya yang berhamburan ke bawah saat kendaraan terguling," kata Reiki.Insiden turut merusak beberapa fasilitas jalan, antara lain tiang reling, pagar pembatas, dan kabel optik milik pengelola tol. Sisi depan dan kiri truk juga mengalami kerusakan.

"Pengemudi mengalami luka ringan di kaki kiri," ujarnya.

Evakuasi Besi 30 Ton dan Pengalihan Akses

Untuk mempercepat penanganan di lokasi, petugas sempat menutup akses setelah Gerbang Tol Tomang arah Tanjung Priok. Langkah ini ditempuh agar material yang berserakan di bawah jalan layang dapat dievakuasi dengan aman, termasuk besi 30 ton yang dibawa truk.

"Karena harus menarik material yang jatuh ke bawah, prosesnya cukup memakan waktu," kata Reiki.

Sejumlah personel Satuan PJR bersama pengelola jalan tol melakukan penanganan di lokasi hingga arus lalu lintas kembali tertata. Selanjutnya, kasus kecelakaan tersebut ditangani Unit Laka Lantas Satwil Jakarta Barat untuk penyelidikan lebih lanjut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya