Liputan6.com, Jakarta - Inovasi Corridor Gate atau sistem pemeriksaan keimigrasian berbasis seamless yang diterapkan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten terbukti efektif mempercepat proses kedatangan jemaah haji.
Hingga hari ke-10 masa debarkasi, tingkat keberhasilan sistem tersebut mencapai sekitar 90 persen.
Advertisement
"Tingkat keberhasilan penggunaan Corridor Gate saat ini mencapai sekitar 90 persen. Sedangkan 10 persen sisanya menggunakan pemeriksaan manual pada counter imigrasi akibat kendala teknis yang terjadi saat proses pengambilan data biometrik," ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soekarno-Hatta Galih P. Kartika Perdhana saat memantau kepulangan 441 jemaah haji dari embarkasi Bekasi di Terminal 2F, Rabu malam, 10 Juni 2026.
Menurut Galih, teknologi tentu memerlukan penyempurnaan dari waktu ke waktu. Saat ini, kata dia, success rate atau tingkat keberhasilannya sekitar 90 persen.
"Untuk yang belum berhasil, kami langsung arahkan ke konter manual yang berada di dekat Corridor Gate agar tidak mengganggu antrean jemaah lainnya," kata dia.
Pada praktiknya, lanjut Galih, Corridor Gate dihadirkan untuk memberikan kenyamanan bagi jemaah haji yang baru menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi menuju Indonesia.
"Setelah menempuh penerbangan sekitar sembilan jam, kami tidak ingin jemaah haji menghabiskan waktu terlalu lama untuk proses pemeriksaan keimigrasian," terang dia.
Tak Perlu Keluarkan Paspor
Galih mengungkapkan, gate anyar tersebut menggunakan teknologi seamless. Jadi, kata dia, jemaah haji tidak perlu lagi mengeluarkan paspor saat melewati pemeriksaan imigrasi dan cukup berjalan melewati koridor yang telah dilengkapi kamera pengenal wajah.
"Jemaah cukup melintas dan melihat ke arah kamera pada sudut tertentu. Proses clearance hanya membutuhkan waktu sekitar tiga hingga lima detik tanpa harus mengeluarkan paspor dari tas atau genggaman," papar Galih.
"Sistem secara otomatis merekam identitas dan kedatangan jemaah ke Indonesia melalui teknologi biometrik," sambung dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Soekarno-Hatta, Jerry Prima, mengatakan pada hari ke-10 debarkasi, sistem tersebut digunakan untuk melayani kedatangan Kloter 25 yang berjumlah sekitar 441 jemaah.
Kendala yang Terjadi
Menurut Jerry, ada kendala yang terjadi, seperti posisi atau sudut wajah pengguna belum tertangkap kamera secara optimal saat melewati koridor pemeriksaan.
"Biasanya karena angle wajah yang ditampilkan kurang tepat sehingga tidak terbaca oleh sistem. Ini murni persoalan teknis dan bukan kendala yang signifikan karena langsung dapat ditangani melalui pemeriksaan manual," kata dia.
Jerry menilai, dibandingkan dengan auto gate yang selama ini digunakan di bandara internasional, Corridor Gate dinilai jauh lebih cepat.
"Jika auto gate memiliki standar layanan maksimal 15 detik per orang, sistem seamless hanya membutuhkan waktu sekitar tiga hingga lima detik," ucap dia.
"Artinya prosesnya bisa lebih dari tiga kali lebih cepat dibandingkan auto gate. Ini sangat membantu dalam mengurai antrean, terutama saat kedatangan jemaah haji dalam jumlah besar," tutup Jerry.