Gempa Susulan Masih Terus Terjadi di Kepulauan Sangihe

Pengolahan data gempa masih dapat berubah seiring bertambahnya informasi dan kelengkapan data.

oleh Nanda Perdana PutraDiterbitkan 09 Juni 2026, 05:18 WIB
Gempa bumi pukul 07.55.10 WIB, Senin (8/6/2026) bermagnitudo 6 terjadi di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. (www.bmkg.go.id)

Liputan6.com, Jakarta - Gempa susulan masih terus mengguncang Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), rangkaian gempa yang terjadi memiliki magnitudo antara 3,8 hingga 4,9.

Melalui akun resmi BMKG di platform X, Selasa (9/6/2026), tercatat sedikitnya 15 gempa susulan terjadi sejak Senin, 8 Juni 2026 pukul 22.00 WIB di wilayah Kecamatan Tahuna dan sekitarnya.

Gempa terbaru pada pukul 04.48 WIB memiliki magnitudo 4,1 dengan pusat gempa berada pada koordinat 6,02 Lintang Utara (LU) dan 125,21 Bujur Timur (BT) pada kedalaman 317 kilometer.

BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Namun, informasi yang disampaikan merupakan data awal yang mengutamakan kecepatan penyampaian.

Karena itu, hasil pengolahan data masih dapat berubah seiring bertambahnya informasi dan kelengkapan data yang diterima.

 

Dampak Gempa

Dampak kerusakan akibat gempa Sangihe. (BNPB)

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang Kabupaten Kepulauan Sangihe pada Senin, 8 Juni 2026 sekitar pukul 21.53 WIB atau 22.53 WITA. BMKG memastikan gempa tersebut juga tidak berpotensi memicu tsunami.

Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada pada koordinat 5,65 Lintang Utara dan 124,80 Bujur Timur.

Lokasi episenter gempa tercatat berada sekitar 239 kilometer dari Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dengan kedalaman 10 kilometer.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 27 kepala keluarga (KK) terdampak gempa di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, Senin (8/6/2026). Data ini diperbarui pada pukul 12.30 WIB.

"Terdiri dari 20 KK di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan tujuh KK di Kabupaten Kepulauan Talaud," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari kepada wartawan.

Timbulkan Kepanikan

Kondisi Pantai Karangria, Kecamatan Tuminting, Kota Manado pascagempa Kepulauan Sangihe (Foto: Yoseph Ikanubun/Liputan6.com)

Selain itu, 27 rumah di dua wilayah tersebut rusak. Serta kerusakan pada dua unit gereja, satu unit sekolah, satu unit rumah dinas guru, dan satu unit gedung GMIM 76 di Kabupaten Minahasa Utara.

"Seluruh data tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui seiring proses asesmen di lapangan," terangnya.

Guncangan gempa dirasakan di beberapa kecamatan, yaitu di Kabupaten Kepulauan Sangihe meliputi Kecamatan Marore, Tabukan Tengah, Tabukan Selatan, Tabukan Selatan Tengah, Tahuna, dan Tahuna Barat.

Di Kabupaten Kepulauan Talaud, guncangan dirasakan di Kecamatan Rainis, sementara di Kabupaten Minahasa Utara dirasakan di Kecamatan Likupang Barat. Di Kota Manado, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama beberapa detik.

Pada saat kejadian, masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe merasakan guncangan cukup kuat selama sekitar 3-4 detik yang sempat menimbulkan kepanikan. Sementara itu, di wilayah lainnya seperti Talaud, Manado, dan Minahasa Utara, guncangan dirasakan lemah hingga sedang dengan durasi sekitar 2–4 detik.

"BPBD di masing-masing wilayah segera melakukan pemantauan, pengumpulan data, serta asesmen cepat untuk memastikan dampak yang ditimbulkan," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya