Bahas Rupiah 18.000 per Dolar AS, ini Hasil Rapat DPR dan Pemerintah

Pertemuan itu mempertemukan unsur pemerintah, Bank Indonesia, dan DPR guna memperkuat koordinasi dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 06 Juni 2026, 11:46 WIB
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi

Liputan6.com, Jakarta - Pimpinan DPR Sufmi Dasco Ahmad mengumpulkan sejumlah pemangku kepentingan ekonomi untuk membahas pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menembus level Rp 18.000 per dolar AS. Pertemuan itu mempertemukan unsur pemerintah, Bank Indonesia, dan DPR guna memperkuat koordinasi dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Rapat yang digelar di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026), dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, perwakilan Komisi XI DPR RI, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

"Pertama-tama tentu kami mewakili pemerintah menyampaikan terima kasih kepada Bapak Dasco sebagai pimpinan DPR yang telah memfasilitasi pertemuan pada pagi hari ini di antara kita semua. Karena kebetulan Pak Menko Ekonomi sedang berada di luar negeri sehingga kami diminta untuk mewakili," ujar Prasetyo.

Prasetyo optimis hasil diskusi dan kesepakatan pagi hari ini dapat kembali menguatkan rupiah terhadap dolar AS.

"Saya kira ini sebuah gambaran sinyal yang memang kita harapkan terjadinya koordinasi yang erat, koordinasi yang intens di antara seluruh pemangku kepentingan ekonomi di dalam rangka tadi menjaga baik moneter maupun fiskal kita terus berada di posisi yang kita harapkan," katanya.

Prasetyo menegaskan, dalam situasi hari ini, semua pihak dituntut kerja sama di antara kebijakan-kebijakan harus saling mendukung, saling memperkuat satu sama lain. Khususnya dari sisi ekonomi makro di moneter yang di bawah Gubernur Bank Indonesia, maupun di sisi fiskal yang dikendalikan oleh Menteri Keuangan.

"Kemarin dilaporkan dari angka-angka indikator menunjukkan bahwa sesungguhnya fundamental ekonomi kita memang cukup kuat," yakin Prasetyo.

Pemerintah Genjot Sektor Riil

Dari sisi pemerintah, Prasetyo merasa bahwa pemerintah harus terus mendorong program-program yang itu dapat meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi riil untuk bisa dipercepat.

"Terutama program-program di bidang pangan, program-program di bidang energi, kemudian program-program di bidang perikanan, dan termasuk industrialisasi dan hilirisasi," ungkap dia.

Prasetyo berharap, sinergi antar pemangku kepentingan dapat berjalan dan publik semakin optimis bahwa rupiah dapat kembali menguat.

"Ke depan semoga kita harus tetap optimis untuk menjalankan tugas dan fungsi kita masing-masing dalam rangka bersama-sama menjaga ekonomi kita tetap kuat, tetap tumbuh, dan berkenaan dengan masalah nilai tukar supaya bisa segera kembali seperti yang kita harapkan," dia menandasi.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya