Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan saat ini TNI memiliki tugas tambahan. Tugas tersebut untuk mendukung program swasembada pangan nasional
Sjafrie menyebut, pembagian tugas yakni TNI Angkatan Darat (AD) dan Angkatan Laut (AL) nantinya akan mengurusi bidang pertanian dan pangan.
Advertisement
“Kami sudah melakukan pembagian tugas bahwa untuk Angkatan Darat tugasnya adalah pertanian jagung dan padi selain palawija,” kata Sjafrie dalam rapat bersama Komisi I DPR, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, prajurit TNI AL akan ditugaskan untuk mengurus pertanian kedelai. Ia menyebut kedelai menjadi salah satu komoditas pangan yang banyak diimpor dari luar negeri.
“Sekarang Angkatan Laut dengan dua kali panen, dia sudah mempunyai kualitas bibit kedelai yang tidak lagi istilah makanan ternak itu,” ujarnya.
Digenjot
Menurut Sjafrie, produksi kedelai oleh TNI AL akan digenjot untuk mendukung program swasembada pangan yang bekerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kementan).
“Kita kejar target ini sehingga kita bisa menjadi produsen kedelai mendukung swasembada pangan ini dengan kerjasama dengan Kementerian Pertanian itu, khusus untuk mencegah impor,” kata dia.
Melalui pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (TP), lanjutnya, para prajurit juga akan diminta mengurusi bagian peternakan.
"Jadi di batalyon (TP)itu ada kompi pertanian, ada kompi peternakan,” pungkasnya.
Prabowo Serahkan Alutsista Baru ke TNI
Presiden Prabowo Subianto menyerahkan secara simbolis sejumlah alutsista baru kepada TNI di Landasan Udara Halim Perdanakusuma International Airport, Senin (18/5/2026). Penyerahan itu menjadi bagian dari penguatan pertahanan udara Indonesia, termasuk hadirnya jet tempur Rafale buatan Prancis untuk TNI AU.
Dalam prosesi tersebut, Prabowo menyerahkan kunci pesawat MRCA Rafale, pesawat Falcon 8X, pesawat A-400M, Radar GCI GM403, Smart Weapon Hammer, serta Missile Meteor kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Alutsista yang diserahkan terdiri atas enam pesawat tempur Dassault Rafale, empat pesawat Dassault Falcon 8X, dan satu pesawat angkut militer Airbus A400M Atlas.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Panglima TNI kemudian menyerahkan kunci pesawat tersebut kepada Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Mohamad Tonny Harjono.