Liputan6.com, Jakarta - Ketua Badan Sosialisasi MPR, Abraham Liyanto mengatakan, pihaknya memutuskan membatalkan rencana final ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR, di Kalimantan Barat (Kalbar).
Dia menjelaskan, keputusan ini diambil berdasarkan pernyataan resmi SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas yang menolak mengikuti final ulang lomba.
Advertisement
"Mereka sama-sama mendukung untuk tidak perlu ada lomba ulang. Dan hari ini kita rapat, tadi dengan pimpinan MPR lengkap, memutuskan bahwa kita mengikuti apa yang sudah disampaikan kedua sekolah ini," kata Abraham di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Sebelumnya, SMAN 1 Pontianak sebagai salah satu peserta yang merasa dirugikan tegas mengatakan tidak akan mengikuti pengulangan lomba.'
"SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI," demikian kutipan pernyataan sikap SMAN 1 Pontianak, dikutip dari instagram @smasaptk.informasi pada Kamis (14/6/2026).
Pernyataan sikap ini ditandatangani Kepala SMAN 1 Pontianak Indang Maryati. Pihak sekolah menyatakan langkah yang dilakukan bukan merupakan upaya ataupun menjatuhkan kredibilitas lembaga, penyelenggara lomba, maupun individu tertentu.
"Sejak awal, SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan. SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan serta menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat pada ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional,” demikian bunyi sikap SMAN 1 Pontianak.
Ingin Diulang Usai Berpolemik
Diketahui, MPR memutuskan mengulang final Lomba Cerdas Cermat empat pilar di Kalimantan Barat.
"Kami memutuskan bahwa Lomba Cerdas Cermat tingkat Kalimantan Barat yang final akan dilakukan ulang pada waktu yang segera diputuskan secepatnya," kata Muzani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Muzani juga memastikan, pelaksanaan ulang lomba akan melibatkan juri independen dari kalangan akademisi agar proses penilaian berlangsung lebih objekti.
"Juri yang akan menjuri dalam lomba tersebut adalah juri independen," ujarnya.
Selain itu, Muzani menyebut pimpinan MPR akan mengawasi langsung final dari awal hingga akhir acara.
Politikus Partai Gerindra itu juga mengapresiasi sikap peserta yang menyampaikan keberatan dan protes secara terbuka.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada peserta lomba yang menggunakan haknya untuk menyampaikan pandangan, kebebasan berbicara, dan menyampaikan protes atas ketidakpuasannya, dan kami mendengar itu sebagai sebuah cara untuk melatih mereka menjadi contoh demokrasi yang baik,” pungkasnya.