Misteri Kematian Siswi SMK di Nias, Polisi Temukan Luka Tusuk dan Lebam

Remaja tersebut ditemukan meninggal dunia di aliran sungai kecil kawasan perkebunan Dusun IV, Desa Hilina’a, Nias Utara.

oleh Reza EfendiDiterbitkan 17 Mei 2026, 15:24 WIB
Misteri Kematian Siswi SMK di Nias Utara: Ditemukan Luka Tusuk di Kening dan Lebam pada Alat Kelamin

Liputan6.com, Jakarta - Penyebab kematian AJZ (17), seorang siswi SMKN 1 Alasa Talumuzoi, masih misteri. Remaja tersebut ditemukan meninggal dunia di aliran sungai kecil kawasan perkebunan Dusun IV, Desa Hilina’a, Nias Utara, pada Jumat (15/5/2026), setelah dilaporkan hilang selama dua hari.

Penemuan jasad korban mengejutkan warga setempat. Polisi yang menerima laporan kemudian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan membawa jasad korban untuk pemeriksaan medis.

Berdasarkan hasil visum luar yang dilakukan pihak puskesmas setempat, ditemukan sejumlah tanda kekerasan pada tubuh korban. Kasatreskrim Polres Nias, AKP Sonifati Zalukhu mengatakan, tim medis menemukan luka tusuk di bagian kening korban.

“Hasil visum luar dari puskesmas ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan seperti lubang atau luka tusuk di bagian kening korban,” ujar Sonifati saat dihubungi melalui telepon seluler, Minggu (17/5/2026).

Tak hanya itu, polisi juga mengungkap adanya luka lebam di bagian alat kelamin korban. Meski ditemukan sejumlah tanda kekerasan, polisi belum dapat memastikan penyebab pasti kematian korban maupun menyimpulkan adanya unsur pembunuhan.

“Proses penyelidikan masih terus berjalan secara intensif,” kata Sonifati.

Jenazah Diautopsi

Untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban, tim kedokteran forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Medan langsung diterjunkan ke Nias Utara pada Minggu (17/5/2026) guna melakukan proses autopsi.

"Kami tidak bisa simpulkan dugaan pembunuhan, karena hasil autopsi belum keluar. Kita ingin mengetahui secara pasti apakah luka tusuk dan lebam-lebam tersebut yang menjadi penyebab utama kematian korban," jelas AKP Sonifati.

Kasus tragis yang menimpa siswi SMK ini langsung memantik perhatian serius dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). Ketua Komnas PA, Agustinus Sirait, mendesak Polres Nias untuk bergerak cepat dan mengusut tuntas kasus ini hingga terang benderang.

“Penundaan atau lambatnya penanganan kasus dikhawatirkan akan memicu spekulasi liar dan stigma negatif di tengah masyarakat yang justru merugikan pihak korban,” pungkasnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya