Detik-Detik Pelaku Curanmor Lepas Tembakan Mematikan ke Bripka Arya

Pelaku berduel dengan Bripka Arya dan berhasil merebut senjata korban.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 15 Mei 2026, 15:56 WIB
Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf mengungkap detik-detik saat pelaku merebut senjata api milik Bripka Anumerta Arya Supena (Liputan6.com/Ardi Munthe)

Liputan6.com, Jakarta - Fakta baru terungkap dalam kasus gugurnya anggota polisi, Bripka (Anumerta) Arya Supena saat menggagalkan aksi pencurian kendaraan bermotor di Kota Bandar Lampung. Korban ternyata tewas setelah ditembak menggunakan senjata api miliknya sendiri yang berhasil direbut pelaku.

Kapolda Lampung, Helfi Assegaf mengatakan, peristiwa tragis itu terjadi saat dua pelaku curanmor, Bahroni alias Romli dan Hamli, beraksi di depan Toko Yussy Akmal, Jalan ZA Pagar Alam, Labuhan Ratu, Bandar Lampung, Sabtu (9/5/2026).

“Korban meninggal dunia akibat ditembak menggunakan senjata api miliknya yang berhasil direbut pelaku,” kata Helfi di Mapolda Lampung, Jumat (15/5/2026).

Helfi menjelaskan, kedua pelaku datang menggunakan sepeda motor dan berusaha mencuri kendaraan dengan kunci letter T. Bahroni turun untuk mengambil motor target, sementara Hamli berjaga di atas motor sambil memantau situasi sekitar.

Aksi keduanya dipergoki Bripka Arya Supena yang kemudian berusaha melakukan penangkapan. Namun situasi berubah mencekam saat Bahroni melakukan perlawanan sengit dan mencoba melarikan diri.

 

Rebut Senjata Bripka Arya

Dalam duel tersebut, pelaku berhasil merebut senjata api milik korban. Setelah menguasai pistol itu, Bahroni langsung melepaskan tembakan ke arah Bripka Arya hingga korban gugur di lokasi kejadian.

“Pelaku melakukan perlawanan hingga berhasil merebut senjata api milik korban,” ungkapnya.

Polisi bergerak memburu kedua pelaku. Hamli akhirnya berhasil ditangkap di Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur.

Sementara Bahroni tewas setelah mendapat tindakan tegas dan terukur saat proses penangkapan di wilayah Teluk Hantu, Desa Pagar Jaya, Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran.

 

Tegas Terukur

Kapolda menyebut, saat hendak diamankan, Bahroni melakukan perlawanan aktif menggunakan senjata api rakitan yang membahayakan petugas gabungan.

“Tim melakukan tindakan tegas terukur sehingga pelaku tewas di tempat,” tutur Helfi.

Tak hanya Bahroni, Hamli juga disebut sempat melakukan perlawanan ketika hendak ditangkap aparat kepolisian. Ia mengalami luka tembak di bagian kaki.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya