Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, puluhan Sekolah Rakyat (SR) siap beroperasi pada Juni 2026 dan segera dimanfaatkan oleh siswa baru dari keluarga kurang mampu pada tahun ajaran 2026/2027.
"Ini adalah pembangunan yang sedang berlangsung di 93 titik dengan melibatkan lebih dari 70.000 pekerja," kata dia dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah RI, Kamis (7/5/2026).
Advertisement
Menurut Gus Ipul, 93 sekolah tersebut merupakan SR tahap II, yakni sekolah permanen yang dikelola oleh Kementerian Sosial.
Dari jumlah tersebut, pembangunan 69 sekolah ditargetkan rampung sepenuhnya pada 20 Juni mendatang. Sementara itu, 24 sekolah sisanya merupakan sekolah fungsional, yakni sekolah yang konstruksinya belum selesai sepenuhnya namun sudah dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Kendati demikian, sekolah fungsional tersebut setidaknya telah memiliki lima sarana utama, yakni asrama, ruang kelas, rumah ibadah, dapur dan ruang makan, serta ruang guru.
Gus Ipul menegaskan, selain mempercepat pembangunan 93 SR permanen, pemerintah akan menambah 10 SR rintisan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Seluruh sekolah tersebut tersebar di Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.
Target 2029 Ada 500 Sekolah Rakyat
Sebagai informasi, SR rintisan merupakan sekolah yang dirancang menjadi model pemerataan pendidikan guna menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Hingga saat ini, telah terdapat 166 SR rintisan yang tersebar di 131 kabupaten/kota dan 34 provinsi.
"Jadi ini adalah tambahan sekolahan rintisan. Ada nanti menggunakan gedung milik Lembaga Administrasi Negara, Kementerian Sosial, Kementerian Perhubungan, dan juga ada yang dari BNN dan dari Kementerian Pertanian," tutur Gus Ipul.
Seperti diketahui, Sekolah Rakyat merupakan program penyediaan pendidikan gratis dari jenjang SD hingga SMA bagi keluarga pada desil 1 (sangat miskin) dan desil 2 (miskin), berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Program ini dirancang untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Sekolah Rakyat merupakan program penyediaan pendidikan gratis dari jenjang SD hingga SMA bagi keluarga pada desil 1 (sangat miskin) dan desil 2 (miskin) berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Program ini dirancang untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Adapun hingga 2029, pemerintah menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat yang diharapkan dapat menampung 500.000 siswa.