Sistem CAT Seleksi Kopdes Sering Eror, Peserta Minta Tes Ulang

Sejumlah peserta seleksi Kopdes mengaku merasa dirugikan akibat gangguan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang terjadi saat ujian berlangsung

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 07 Mei 2026, 11:28 WIB
Sejumlah peserta tes manajer Koperasi Desa Merah Putih protes karena banyaknya persoalan dalam proses seleksi. (Liputan6/Ardi Munthe)

Liputan6.com, Jakarta - Pelaksanaan seleksi nasional manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih kembali menuai sorotan. Sejumlah peserta mengaku merasa dirugikan akibat gangguan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang terjadi saat ujian berlangsung. Mereka bahkan meminta panitia menggelar tes ulang agar proses seleksi berjalan adil.

Salah satu peserta asal Medan, Muhammad Ibrahim (28), mengaku kecewa karena sistem ujian diduga mengalami error selama pelaksanaan tes pada Senin (4/5/2026). Ia mengikuti ujian sesi kedua di titik lokasi Graha Bhinekka Perkasa Jaya (Medan 1) di bawah koordinasi BKN Regional VI Medan.

“Harapan saya ada tes ulang, karena kalau sistemnya bermasalah sejak awal, hasil ujian jadi tidak mencerminkan kemampuan peserta,” kata Ibrahim saat diwawancarai, Rabu (6/5/2026).

Menurut Ibrahim, gangguan paling mengganggu terjadi ketika jawaban yang telah dipilih berubah sendiri di sistem. “Jawaban yang saya pilih dan sudah disimpan bisa berubah sendiri. Saya pilih A, setelah dicek malah berubah jadi pilihan lain,” ujar dia.

Dia mengaku sempat melaporkan kejadian tersebut kepada pengawas ujian saat tes berlangsung. Bahkan, untuk membuktikan dugaan error, ia mencoba memilih jawaban yang sama di sejumlah soal.

“Saya sengaja pilih semua jawaban ‘B’, lalu dicek lagi ternyata banyak yang berubah. Pengawas juga melihat langsung,” ujarnya.

Waktu Mepet, Sistem Delay

Tak hanya itu, peserta juga mengeluhkan adanya keterlambatan sistem saat menyimpan jawaban. Kondisi tersebut dinilai membuat waktu pengerjaan terbuang sia-sia karena durasi ujian terus berjalan tanpa tambahan waktu.

Dalam ujian tersebut, peserta diwajibkan menjawab 248 soal hanya dalam waktu 62 menit. Menurut Ibrahim, beban soal yang besar membuat gangguan teknis semakin berdampak terhadap hasil ujian peserta.

“Waktu sangat mepet, sementara sistem delay. Jadi konsentrasi buyar dan banyak waktu habis hanya untuk memastikan jawaban tersimpan,” katanya.

 

Belum Ada Kepastian Evaluasi

Ibrahim menyebut dirinya sudah melaporkan persoalan itu kepada panitia dan dibuatkan berita acara. Namun hingga kini belum ada kepastian mengenai tindak lanjut atas keluhan peserta.

Ia juga menyoroti banyaknya keluhan serupa yang muncul di media sosial dari peserta di berbagai daerah. Karena itu, ia berharap panitia melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem CAT yang digunakan.

Keluhan peserta ini menambah daftar sorotan terhadap pelaksanaan seleksi Kopdes Merah Putih yang menjadi salah satu program strategis pemerintah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya