Kejar-kejaran Pelaku Curanmor dan Polisi, Tak Sadar Salat Isya Berjamaah Bersama

Salah satu pelaku curanmor kabur ke masjid dan berganti pakaian baju koko serta sarung, hingga ikut salat berjamaah.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 06 Mei 2026, 14:29 WIB
Dua pelaku curanmor di Bandar Lampung diamankan polisi. Foto: (Liputan6.com/Dok. Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta - Aksi pencurian sepeda motor atau curanmor bersenjata api di Bandar Lampung berakhir tidak biasa. Salah satu pelaku diringkus polisi saat berpura-pura ikut salat Isya di dalam masjid, usai kabur dari kejaran petugas dan warga.

Peristiwa itu terjadi di wilayah Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung, Selasa, 28 April 2026 malam. Pelaku berinisial SN (22) nekat bersembunyi di masjid dengan mengenakan baju koko dan sarung agar tidak dikenali.

Kapolsek Sukarame Kompol Rohmawan menjelaskan, kasus itu bermula dari pencurian sepeda motor di sebuah bengkel mobil di Jalan Pangeran Tirtayasa, Kelurahan Campang Raya, sekitar pukul 19.00 WIB.

“Dua pelaku datang berboncengan, lalu salah satunya membawa kabur motor korban jenis Honda CRF,” kata Rohmawan kepada wartawan, Rabu (6/5/2026).

Aksi mereka kemudian dipergoki korban. Salah satu pelaku, OR (24), sempat menodongkan senjata api rakitan sebelum akhirnya terjatuh dan diamankan warga. OR bahkan sempat menjadi sasaran amuk massa hingga babak belur sebelum diserahkan ke polisi.

Sementara itu, SN berhasil kabur ke area perkebunan. Ia sempat bersembunyi di gubuk warga dan berganti pakaian untuk mengelabui petugas.

 

Kepergok Salat Bersama Polisi

Barang bukti senjata api rakitan dan kunci leter T yang digunakan kedua pelaku curanmor saat beraksi. Foto: (Liputan6.com/Dok. Istimewa).

Tidak berhenti di situ, SN kemudian masuk ke Masjid Al Barokah dan kembali mengganti pakaian dengan baju koko serta sarung. Ia lalu berpura-pura ikut salat Isya bersama jamaah. Tanpa disadari pelaku, anggota Unit Reskrim Polsek Sukarame juga sedang berada di masjid yang sama untuk beristirahat sekaligus melaksanakan salat.

“Gerak-gerik pelaku mencurigakan. Setelah salat, anggota kami langsung mengamankan yang bersangkutan,” jelasnya.

Saat diamankan, pelaku terlihat ketakutan dan tubuhnya gemetar. Ia pun mengakui sebagai bagian dari komplotan pencurian motor di bengkel tersebut.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit motor hasil curian, motor milik pelaku, senjata api rakitan jenis revolver beserta tiga butir amunisi, serta kunci T yang telah dimodifikasi.

Akibat kejadian itu, korban hampir mengalami kerugian sekitar Rp 25 juta. Keduanya kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolsek Sukarame untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya