Keributan Prajurit TNI di Warung Kelontong Berakhir Damai, Ini Dugaan Pemicunya

Polres Jakarta Pusat membenarkan keputusan damai di tengah insiden keributan antara prajurit TNI dan pihak warung tersebut.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 06 Mei 2026, 13:43 WIB
Prajurit TNI Acak-acak warung di Kemayoran (Foto: tangkapan layar media sosial)

Liputan6.com, Jakarta - Insiden keributan yang melibatkan prajurit TNI di sebuah warung kelontong kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, yang sempat viral di media sosial pada Selasa, 5 Mei 2026, disebut telah berakhir damai. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra.

“Iya benar (sudah damai),” ujar Roby saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (6/5/2026).

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Donny Pramono menjelaskan bahwa peristiwa itu dipicu oleh kesalahpahaman saat bertransaksi di warung.

“Kami jelaskan bahwa kejadian tersebut bermula dari kesalahpahaman saat transaksi di warung, yang kemudian berkembang menjadi cekcok. Dalam peristiwa itu, justru prajurit TNI AD atas nama Sertu AW mengalami luka akibat penusukan oleh pemilik warung dan saat ini yang bersangkutan sedang mendapatkan penanganan medis di RS Hermina Kemayoran,” ujar Donny.

Ia menambahkan, kerusakan pada warung yang terjadi setelah kejadian merupakan bagian dari rangkaian peristiwa di lokasi, yang saat itu sudah memanas. Namun demikian, seluruh kejadian kini telah ditangani oleh Polres Metro Jakarta Pusat dan masih dalam pendalaman untuk memastikan fakta secara menyeluruh.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang beredar di media sosial yang belum tentu menggambarkan kejadian secara lengkap. TNI AD memastikan bahwa setiap prajurit yang terlibat akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku apabila terbukti melakukan pelanggaran,” dia menandasi.

 

 

Hal Tergambar dalam Visual

Prajurit TNI Acak-acak warung di Kemayoran (Foto: tangkapan layar media sosial)

Sebagai informasi, dalam rekaman video viral peristiwa berawal dari terjadi cekcok antara penjaga warung, seorang wanita dan seorang pria dengan sebagai pembeli yang belakangan diketahui seorang prajurit TNI.

Awalnya, penjaga warung perempuan belum tahu bahwa dia berhadapan dengan pembeli anggota TNI saat cekcok. Diduga, pembeli merasa keberatan sebab diminta biaya tambahan karena menggunakan cara bayar non tunai. 

Dia lalu menyerang wanita penjaga warung dengan melakukan pemukulan saat cekcok. Melihat hal itu, penjaga warung pria pun ikut terlibat demi melindungi rekannya yang perempuan.

Keributan pun tidak terkendali, prajurit TNI itu pun menghancurkan etalase warung menggunakan tabung gas elpiji 3 kilogram. Termasuk juga lemari pendingin yang turut jadi sasaran.

Keributan yang semakin ramai akhirnya menyedot perhatian warga sekitar. Usai ramai warga, sosok pembeli itu mengaku kalau dia adalah anggota TNI.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya