Dokter Welly Kwangtana Peduli HIV/AIDS  

Teguh Dwi Hartono

Dokter Welly Kwangtana saat memeriksa pasien penderita HIV/AIDS.
29/11/2009 13:27
Liputan6.com, Jakarta: Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome atau HIV/AIDS tak bisa dipungkiri telah menjadi momok di masyarakat dunia dari waktu ke waktu. Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap penyakit ini menjadikan sang penderita kerap diperlakukan berbeda di lingkungan.

Salah satu contohnya adalah pasangan muda warga Warakas, Tanjungpriok, Jakarta Utara. Mereka sudah positif terinfeksi HIV/AIDS selama empat tahun dan sempat ingin mengakhiri hidup karena tekanan psikis. Namun, niat itu mereka urungkan setelah mengenal dokter Welly Kwangtana.

Dokter berusia 39 tahun itu kini menjadi sahabat pasangan muda itu. Sebulan sekali, dokter Welly datang untuk memeriksakan kesehatan. Kepeduliannya ini sudah ditekuni sejak bangku kuliah, dengan aktif di sebuah lembaga pemantau Orang dengan HIV AIDS (ODHA) yang tertular melalui pemakaian narkotik dengan alat suntik.

Selain kunjungan rutin ke pasien, dokter Welly juga kerap menggelar penyuluhan HIV/AIDS di masyarakat. Di sela-sela kesibukannya, lulusan Universitas Atma Jaya Jakarta itu memberi pemeriksaan gratis secara berkeliling pada keluarga yang tidak mampu. Kegiatan ini ia lakukan bersama salah satu yayasan di Warakas, Tanjungpriok.

Dokter Welly mengaku ilmu ini tidak ada harganya jika tidak diamalkan di masyarakat. Simak sosok dokter Welly di video berikut.(WIL/ANS)


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
Silvia Agustina @ Minggu, 06 Desember 2009 | 17:56
Disaat seperti ini masih ada orang yang berhati mulia seperti anda. Teruslah berjuang untuk mereka yang sangat membutuhkan.
Greg Martin, MD @ Selasa, 01 Desember 2009 | 20:21
A nice move from a beautiful country with its lapidated complexities,, keep forward Indonesians!

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code