Indonesia adalah Jerman Baru  

Zaky Muzakir
31/01/2010 17:53
Liputan6.com, Jakarta: Boleh jadi sebuah bangsa memiliki bakat-bakat tertentu. Sepak bola, misalnya. Brasil tampaknya selalu mendominasi. Sedangkan Indonesia begitu sulit untuk meraih prestasi di tingkat regional, apalagi internasional. Lain soal bicara soal bulutangkis. Pertama kali ikut kejuaraan dunia, langsung juara. Di saat paceklik prestasi pun, Indonesia masih bicara dalam berbagai pentas dunia.

Hal yang sama juga rupanya terjadi di olahraga otak kubus Rubik. Sabtu kemarin, Muhammad Iril Khairul Anam memecahkan rekor dunia dengan menyelesaikan dengan sempurna 16 buah kubus Rubik dengan mata tertutup. Percaya atau tidak, Iril baru mempelajari bermain kubus Rubik multi tanpa melihat (multi blindfolded) dua bulan silam [baca: Muhammad Iril Pecahkan Rekor Dunia Kubus Rubik].

Ada juga Wicaksono Adi yang menduduki peringkat tiga rekor dunia dengan menyelesaikan 11 buah kubus rubik tanpa melihat. Wicaksono Adi juga membuat buku panduan bermain kubus Rubik yang disebut-sebut terlengkap di dunia.

Selain kedua nama di atas masih banyak putra bangsa yang berprestasi dalam permainan ini. Saking pesatnya prestasi mereka, Indonesia menggeser Jerman yang dikenal penuh jago permainan kubus Rubik. Hal ini diakui oleh komunitas internasional penggiat kubus Rubik. "Sekarang kita disebut-sebut sebagai Jerman yang baru," ucap Ketua Nusantara Speedcubing Association (NSA) Arif Yulian Nur di Jakarta, Ahad (31/1).

Setidaknya ada tiga faktor, menurut Arif, yang membuat prestasi Indonesia dalam kubus Rubik melesat belakangan ini. Pertama adalah sumber tutorial yang mudah ditemukan di Indonesia. Seperti disebutkan sebelumnya, buku panduan terlengkap pun ditulis oleh pemain kubus Rubik negeri ini.

Faktor berikutnya adalah perkembangan media internet. Melalui medium ini, para penggiat kubus Rubik seluruh Indonesia menjadi lebih mudah berkomunikasi satu sama lain meski terpisah jarak jauh. "Jauh berbeda dengan kondisi 10 tahun lalu ketika Rubik baru muncul dan tutorial masih sedikit. Internet pun masih belum (menyebar)," ujar Arif.

Dan faktor terakhir adalah umumnya para penggiat kubus Rubik gemar berbagi ilmu. Tak sulit menemukan blogger asal Indonesia yang membeberkan teknik-teknik bermain si kotak plastik ini. "Kita juga punya orang-orang yang cukup berdedikasi tinggi untuk menyelenggarakan kompetisi," kata Arif.

Kompetisi kubus Rubik yang terakhir digelar adalah Jakarta Open 2010. Pada penyelenggaraannya yang pertama inilah Iril memecahkan rekor baru dunia. Ketua Panitia Jakarta Open 2010 Abel Brata mengatakan, kompetisi serupa akan terus digelar rutin bahkan hingga beberapa kali dalam setahun.

Dengan sering diadakannya kompetisi, Arif menegaskan optimistis potensi Indonesia dalam bidang ini kian meningkat. "Target kita adalah mengisi 10 besar rekor multiblindfolded dengan nama-nama dari Indonesia," ujar Arif yakin.

Permainan kubus Rubik, sesuai namanya, diciptakan pemahat dan profesor arsitektur Hungaria Erno Rubik pada 1974. Kubus buatan Rubik ini terbuat dari plastik yang terdiri dari 26 kubus kecil yang berporos sehingga bisa digeser berputar. Setiap sisi dari kubus memiliki sembilan permukaan yang terdiri dari enam warna berbeda. Pemain dinyatakan berhasil memecahkan teka-teki ketika setiap sisi dari kubus memiliki satu warna dan satu warna berbeda di sisi lainnya. Setelah dipasarkan secara luas di dunia Barat mulai Mei 1980, kubus Rubik menjadi mainan paling banyak terjual di dunia.(ZAQ)


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code