Menag: Salah Kiblat Tak Harus Bongkar Masjid  

Bogi Triyadi
17/01/2010 11:34
Liputan6.com, Bogor: Menteri Agama Suryadharma Ali menilai salah kiblat yang banyak terjadi di sejumlah masjid di Indonesia tidak harus dibetulkan dengan membongkar masjid. "Tidak harus dibongkar masjidnya, cukup posisi saf dan arah kiblatnya yang diubah," kata Suryadharma di Bogor, Jawa Barat, seperti dikutip ANTARA, Ahad (17/1).

Seperti dilansir sejumlah media, ribut-ribut soal salah kiblat ditemukan di 35 masjid di Jawa Tengah. Kasus ini juga terjadi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Bahkan, puluhan masjid di Jabodetabek sudah meminta kepada Direktorat  Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Departemen Agama untuk mengukur ulang arah kiblat. "Memang ada beberapa temuan masjid yang salah kiblat, seperti di Jakarta saja ada beberapa masjid milik instansi pemerintah yang juga salah kiblatnya," ujarnya.

Menurut Suryadharman, salah kiblat tidak terlalu mempengaruhi makna dari salat tersebut, karena semua tergantung niat. "Tapi itu tidak jadi permasalahan karena ketidaktahuan. Yang penting, itu niat untuk ibadah kita, arah tidak mengurangi makna dan kekhusyukan salat," ucap Menag.

Masjid Agung Al-Azhar Jakarta sendiri tidak mempersalahkan kasus ini. "Tidak masalah. Selama kita salat mengarah ke kiblat. Walau melenceng beberapa kilo," kata Amli Wazir Saidi, Kepala Kantor Masjid Agung Al-Azhar Jakarta. Amli menjelaskan, dalam surat Al Baqarah ayat 144 disebutkan kiblat berarti arah. "Jadi yang disembah itu kiblat, bukan Masjidil Haram atau Kakbah," ucap Amli.

Terkait salah kiblat, Departemen Agama bakal menurunkan tim untuk mengukur kembali arah kiblat. "Kita akan menurunkan tim di masing-masing daerah juga dibantu ormas-ormas setempat untuk mengukur kembali arah kiblat itu," ucap Suryadharma. Pengukuran ulang ini tidak dikenai biaya.(BOG)


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
Budi Dian @ Kamis, 04 Februari 2010 | 13:19
Mohon diperbaiki lagi kalimat dalam artikel tersebut: "Jadi yang disembah itu kiblat, bukan Masjidil Haram atau Kakbah," ucap Amli. Karena Umat Muslim tidak menyembah kiblat. Kami menyembah Alloh SWT

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code