Mereka Adalah Perempuan Tangguh  

Tim Liputan 6 SCTV
22/12/2009 13:42
Liputan6.com, Denpasar: Menjadi seorang ibu ternyata tak segampang yang dibayangkan. Selain mengurus dan membesarkan anak-anaknya, ia juga mengerjakan pekerjaan yang biasanya dilakukan laki-laki dan harus menantang bahaya. Dina Agoestina, misalnya. Warga Denpasar Bali ini, di sela-sela mengurus tiga anaknya, menyisihkan waktu untuk merawat buaya cacat.

Pekerjaan yang dilakukan Dina berisiko tinggi. Ia harus meniti dinding sempit sebelum memberi makan binatang ganas itu. Sewaktu-waktu ia bisa saja terpeleset jatuh ke dalam kolam buaya. Menurut Dina, Selasa (22/12), buaya yang dirawat semuanya cacat fisik. Ada yang kehilangan mulut dan kaki. Ada juga yang sakit akibat berkelahi dengan sesama buaya.

Sementara itu, seorang ibu di Grobogan, Jawa Tengah, mengisi hari-harinya dengan menjadi penambal ban. Layaknya seorang laki-laki, Rustini setiap hari menambal roda sepeda motor hingga ban truk. Tak ada kata lelah dalam kamus hidupnya selain tulus menjalani kehdidupan untuk menyekolahkan 10 anak-anaknya. 

Keadaan serupa juga dijalani perempuan kakak-beradik, Johana Tuwuh dan Senen. Mereka harus memecah batu agar dapur keluarga tetap mengepul. Hantaman palu keduanya setiap hari membelah kesunyian perbukitan di Desa Tridadi, Pajangan, Bantul, Yogyakarta. Dalam sepekan satu meter kubik batu berhasil ditambang lalu dilepas ke pengepul dengan harga Rp 70 ribu.(IAN/YUS)



Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code