Ujian Nasional, Ketimpangan yang Dipaksakan  

Tim Liputan 6 SCTV
27/11/2009 14:02
Liputan6.com, Jakarta: Putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan pelaksanaan ujian nasional (UN) terus menimbulkan kontroversi. Namun, bagi mereka yang tinggal di daerah, UN tidak juga dirasakan efektif.

Rusak, bolong, dan bau, bahkan tidak sedikit yang tidak memiliki bangku. Itulah sedikit gambaran sebagian besar sekolah yang ada di beberapa daerah di Indonesia. Boleh dikatakan, alat pendukung seperti laboratorium mungkin hanya sebuah mimpi. Jika begitu, jangankan berpikir prestasi. Bisa belajar dan tidak tertimpa bangunan sekolah saja sudah syukur. Bahkan tidak sedikit dari para murid berasal dari keluarga prasejahtera.

Dengan kondisi tersebut, mereka harus tetap menerima kenyataan sama dengan anak kota besar yang jauh lebih beruntung. Yakni harus ikut UN setiap tahun. Tentu rasanya tidak adil, namun pemerintah tetap berdalih demi sebuah mutu pendidikan.

Hasilnya memang tidak sesuai target. Hanya sebagian kecil yang lulus. Menangis dan pingsan hampir mewarnai sebagian besar siswa di daerah usai ujian nasional [baca: Menangis, Sujud Syukur, Hingga Jatuh Pingsan]

Sekalipun anggaran pendidikan setiap tahun bertambah, pemerintah belum membenahi sistem secara menyeluruh. Dan kini setelah keputusan MA keluar, pemerintah bertekad tetap memperjuangkan UN [baca: Pemerintah Akan Ajukan PK Pembatalan Ujian Nasional]. Simak selengkapnya di video berikut.(TES/ANS)



Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
asih @ Kamis, 03 Desember 2009 | 05:01
menurut saya UN sgt penting,karena hanya UN yg diakui di luar negeri,saya bangga karena pemerintah Jermanpun menganggap UN setara dgn pendidikan di Jerman,kalau tdk ada UN,apa negara lain mengakui mutu pendidikan kita? Memang berat bagi anak2,kita sebagai guru dan pemerintah harus cari solusi bagaimana agar anak2 bisa mengikuti UN, bukan menghapus UN karena terlalu berat,saya kira kalau UN dihapus,berarti kita melangkah mundur, membuat bodoh anak2 bangsa,mudah2an ini tdk terjadi pada anak2 penerus bangsa Indonesia

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code