Ada 27 Komentar Untuk Artikel Ini.
Posting komentar Anda
Mundari @ Kamis, 10 Desember 2009 | 16:06
Gimana indonesia mau maju kalau UN ditiadakan...aku berharap UN tetap diadakan...
shobron @ Kamis, 10 Desember 2009 | 08:31
Ganti UN dengan system pendidikan spt di luar Negeri, misal Siswa SD bisa ngerjain soal berbobot SMA dia dah bisa langsung masuk SMA, atau malaj bisa ngerjain soal UMPTN bisa langsung kuliah itu baru fair... lebih efisien, efektif... lebih menghemat biaya g perlu byk2 ngeluarin dana utk beli sragam SMP/SMA.. piss.
widy prasetyo @ Minggu, 06 Desember 2009 | 03:28
susah anak anak sekarang,kalau kita semua sadar bahwa betapa pentingnya kualitas pendidikan untuk kecerdasan sdm mereka UN tetap harus ada.bukan soal 3 tahun ditentukan 3 hari tetapi standar kualitas dan kuantitas keluaran sma di indonesia harus berbobot dong.jng asal sekolah selesai bingung mau kemana.ingat kekuatan dan kehebatan suatu bangsa dan negara ditentukan salah satunya dari kecerdasan intelektual dan kecerdasan iman generasi mudanya.tetap UN berjalan dengan standar yang harus dinaikkan.
Avin @ Kamis, 03 Desember 2009 | 15:22
Sangat setuju UN ditiadakan , Standarisasi guru harus ditingkatkan dulu, fasilitas sekolah di penuhi , sehingga terpenuhi standarisasi secara umum . . .saat ini standarisasi guru dalam sekoloh saja tidak standar . . .
joko pras @ Rabu, 02 Desember 2009 | 14:51
Kalau putusan MA saja sudah tidak ada yang menghargai dan mematuhi, maka lengkaplah sudah compang campingnya hukum di indonesia. Apalagi yang bisa diharapkan dari kenyataan ini kecuali segera 2012
Ishomuddin Ma\'shum @ Rabu, 02 Desember 2009 | 05:36
Sangat setuju, karena (1)banyak ketidakadilan dalam UN (2)Lulus UN tetap saja ada tes masuk PT (3)Siswa mengabaikan pelajaran lain (4) Moral siswa bukan jadi ukuran keberhasilan (5)Yang paling tahu ttg siswa adalah gurunya (6) dan lain-lain
Putri puspa @ Senin, 30 November 2009 | 14:38
saya sangat setuju dengan putusan MA yang menonaktifkan UN karena menurut saya dengan adanya UN tersebut percuma saja hanya menghambur-hamburkan uang negara dan membuat masa depan murid yang tidak lulus UN hancur....
Aa Ghun @ Senin, 30 November 2009 | 13:03
saya setuju dengan keputusan MA! titik tiddak ada koma.
pokoknya UN cuma bikin siswa stres terus jadi gila.
Kiki Qurrotul Ayuni @ Senin, 30 November 2009 | 12:15
saya sangat setuju sekali dengan keputusan MA untuk menghapus UN......walaupun saya masih SMP, tetapi saya juga ingin menyampaikanpendapat saya.....Tujuan Indonesia itu kan untuk melindungi bangsa indonesia,, mungkin menurut pemerintah UN itu untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia tetapi menurut saya sebagai pelajar UN hanya sebagai perusak masa depan.....dan kalimat yg paling jelas buktinya itu adalah yang mengetahui kemampuan murid itu bukan pemerintah tetapi guru..............
burhanudin anwar @ Senin, 30 November 2009 | 11:58
setuju 1000 %..............mending dana un buat bayar utang negara........masih banyak pula rakyat terlantar.....
Dita @ Senin, 30 November 2009 | 09:02
setuju UN dihapus. Krn selama ini banyak kecurangan, jual beli soal dll. Mending dana untuk UN dipakai untuk memperbaiki fasilitas sekolah.
wika saputra @ Senin, 30 November 2009 | 07:36
UN adalah system yang sangat tidak effective dalam meningkatkan mutu pendidikan bangsa.. Kenapa nggak mencontoh system di negara2 tetangga.. Australia contohnya.. Nggak ada ujian akhir nasional.. System penilaian mereka adalah continuously satu taun yang dinilai dari tugas2 selama taun tersebut dan di akumulasi..Baru totalnya menentukan layak atau tidaknya pelajar untuk diluluskan..
rialita @ Minggu, 29 November 2009 | 21:11
menurut saya sah-sah saja di adakannya UN tetapi yang menjadi permasalahnya itu tidak adil rasanya masa depan seseorang yang sudah payah bljar hingga brtahun2 hanya d lihat dari hasil selama 3 hari....
agus setyadi @ Kamis, 26 November 2009 | 10:43
Ujian Nasional hanya mementingkan aspek formalitas saja, kenyataan pendidikan smakin jauh dari tujuan mencerdaskan bangsa secara adil dan merata
Sumardi @ Kamis, 26 November 2009 | 09:34
Tinggal menunggu waktu untuk santai dan gak usah belajar keras bagi sebagian siswa di Indonesia. Karena tidak ada lagi \"pemantik\" bagi mereka untuk belajar keras, yaitu UN. Coba kita liat mutu pendidikan kita setelah tidak ada lagi UN, semakin baikah atau justru sebaliknya. Selamat bagi penentang UN ,,,
iko @ Kamis, 26 November 2009 | 09:16
klo menurut saya UN hanya buat kepentingan politik dan mengorbankan siswa dan angaran saja... dan efeknya banyak sekali bagi siswa/i... moohon maaf klo aga kasar... ini semata-mata saya cinta indonesia...
jokomindarso @ Kamis, 26 November 2009 | 08:50
smoga aja dapat dimengerti oleh semua fihak, bahwa ujian nasional memang tidak mencerminkan keadaan siswa yang sesungguhnya , banyak sekali siswa bodoh nilai UN nya tinggi dan masih banyak siswa pinter yg tidak lulus,sebenarnya yg paling ngerti kompetensi siswa adalah gurunya.
agung santoso @ Kamis, 26 November 2009 | 07:12
setuju mending anggaran buat UN dipake buat memperbaiki sarana & prasarana pendidikan
gita @ Kamis, 26 November 2009 | 05:21
ga setuju sama un yang skarang, masa yang bikin bukan guru guru, terus murid diacak ke sekolah2 lain, ga adil. bayangin, murid2 yang melaksanakan un di sekolah asalnya aja ngerasa stress, apalagi yang merasa asing di sekolah lain. kalo mau gitu, batalin sekalian snmptn, jadiin un jadi snmptn sekalian biar ga usah basa basi. please!
DTWO @ Kamis, 26 November 2009 | 05:08
saya setuju kepada MA tentang penghentian UN karena banyak yang kurang positip kalo standar pendidikan harus lulus 5.50 sementara buku sumber dan tenaga pendidik yang ada di daerah pedesaan berbeda dengan perkotaan tapi nilai kelulusan harus sama dengan perkotaan, itu tidak adil dan banyak guru juga yang komplain karena selama 3 tahun yang tahu baik/tidak baik seorang murid di pantau sementara yang meluluskan bukan guru jadi seolah-olah kelulusan seseorang merupakan keberuntungan.
Terimakasih
syauqi @ Kamis, 26 November 2009 | 00:27
saya tidak setuju adanya UN karena menyebabkan para siswa tidak bisa mendalami konsep mata pelajaran (MAPEL). Para guru dan murid cenderung lebih banyak mengerjakan soal karena dikejar oleh waktu dengan mengabaikan konsep pada mapel, padahal mengerjakan soal tanpa pendalaman konsep mengakibatkan anak2 sulit mengerjakan soal
andis dian @ Rabu, 25 November 2009 | 22:25
saya sejalan dengan MA,,
walaupun memang saya masih SMA, saya sebagai pelajar merasa tidak adil, karena sekolah selama 12 tahun, akan hancur dengan sia sia bila tidak lulus, sebagai manusia kita bisa saja melakukan kesalahan, apalagi dalam keadaan tertekan seperti UN
sobek @ Rabu, 25 November 2009 | 22:14
MA memang pinter, seharusnya wakil rakyat yang sensitip. Yang paling utama pembinaan dan peningkatan kualitas berdasarkan kebutuhan riil bangsa.
Yulia Ettendi @ Rabu, 25 November 2009 | 20:51
Almahdulillah, semoga Keputusan MA menjadi kenyataan, Amin Ya Rabb
sasha @ Rabu, 25 November 2009 | 20:31
setuju!!!
janvalius @ Rabu, 25 November 2009 | 20:22
UN harus di tiadakan..
karena tidak adil.
pemerintah tidak mersakan apa yg kita rasa kan!!!
coba mereka ikut merasakan UN!!!
apakah mereka MAU???
shady @ Rabu, 25 November 2009 | 19:46
iya saya setuju banget dengan ditiadakannya UN...karena percuma kita belajarr 3 th tapi hanya ditentukan dalam 3 hari..?? kasihan ortu...
bukan masalah pinter/tidak ..tapi pazti banyak kecurangn dlm pengkoreksian...