Rumah Pengasingan Tjoet Njak Dien Memprihatikan  

Wendy Surya
11/11/2009 05:13
Liputan6.com, Sumedang: Peninggalan sejarah rupanya belum dianggap penting bagi bangsa ini. Berdasarkan pantauan SCTV di Kelurahan Regol Wetan, Sumedang, Jawa Barat, baru-baru ini, kondisi rumah peninggalan pahlawan Tjoet Njak Dien nyaris ambruk. Di bagian luar, dinding bilik rumah yang berusia 200 tahun itu sudah condong dan terpaksa ditopang balok kayu berukuran besar. Kondisi serupa juga terlihat di bagian dalam. Hampir setiap ruangan tak luput dari rayap. Genteng pun melapuk.

Padahal, di rumah itulah pahlawan nasional asal Aceh tersebut tinggal selama tiga tahun setelah diasingkan Belanda. Tjoet Njak Dien pun meninggal di rumah ini karena sakit yang dideritanya. Tak banyak peninggalan Tjoet Njak Dien di rumah yang kini dihuni pasangan Dadang dan Denden Dewi Rosifah ini. Sebab, saat diasingkan dari Aceh, istri pahlawan nasional Teuku Umar ini tak membawa apapun. Yang tersisa adalah dua cangkir yang biasa dipakai Tjoet Njak Dien.

Jika tak mendapat perhatian dari pemerintah, dikhawatirkan rumah yang memiliki nilai sejarah ini akan segera roboh. Bukan tak mungkin, rumah bersejarah itu hanya akan menjadi kenangan dalam waktu tak lama.(ZAQ)


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code